Breaking News
Loading...

Illustrasi; Jasad Mirza Jawad Tabrizi (ulama Syiah) lebam hangus
Salah seorang mujahidin yang berjaga jaga di aden , tepatnya di daerah jaulah suzuki menceritakan sebuah kejadian yang menggetarkan hati...

Beliau berkisah : Suatu saat kami sedang di medan perang melawan syiah hutsi, dan kami berhasil menawan salah seorang diantara mereka, kemudian dia kami interogasi :
“Apa pendapatmu tentang Aisyah radhiyallahu anha?
Maka ia menjawab : ia terlaknat ! (Semoga Allah melaknati orang ini)

Setelah itu kami bertanya kembali :
Apa pendapatmu tentang Sahabat Mu'awiyah  radhiyallahu anhu?
Ia menjawab : Kafir...!

Kemudian ia berkata :
Kalau kalian membunuhku maka saya akan masuk syurga firdaus yang paling tinggi dan bila kalian melepaskanku maka saya akan kembali memerangi kalian...!

Kemudian saudara kita ini meneruskan ceritanya : Maka kami bunuhlah orang ini dan semoga Allah melaknatinya ...

Demi Allah...! Tidak berlangsung lama setelah kami bunuh, badannya membusuk dan keluarlah bau yang sangat tidak mengenakkan darinya...!

Demi Allah...! Kami tidak mampu menguburkannya karena baunya yang sangat busuk tersebut...!

Kemudian kami menggali lobang dan berusaha mengguburkannya dengan penuh kesulitan sedangkan peperangan terus berkecamuk...

Setelah kami kembali dari medan perang, dalam waktu yang tidak terlalu lama, jasad orang tersebut muncul kembali dipermukaan tanah...

Ya Allah...!

Sampai bumi pun tidak mau menerima jasadnya...!

Dalam peperangan tersebut kami berhasil membunuh 7 orang dari mereka, setelah itu kami kuburkan 2 mayat dalam satu lobang, begitu kami melangkah untuk menguburkan mayat yang ke 3 ternyata mayat 1 dan 2 yang telah kami kuburkan sebagian anggota tubuhnya muncul kembali kepermukaan tanah...!

Bumi pun tidak mau menerima jasad mereka...!

Akhirnya kami dengan susah payah mendatangkan traktor dan kami timbun mayat mayat mereka dengan tanah...!

Dan demi Allah...!Kami hampir saja mati karena harus menahan bau yang luarbiasa busuknya ...!
Diceritakan kembali oleh saudara kita yang ada di Yaman. (alamiry.net/syiahindonesia.com)

Penulis : Abu Sa'ad (Muh Nur Huda)

0 comments: