Breaking News
Loading...

Amirul mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah berkata:

يَهلكُ فيَّ رجلان مُحبٌّ مُفرِط ومُبغِض مفتَر

“Ada dua orang yang binasa karena sikap mereka terhadapku:

    orang yang berlebihan dalam mencintaiku
    dan orang yang membenciku lagi berdusta (atas namaku)”

(As-Sunnah karya Abdullah bin Ahmad: 1240).

Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: “Orang-orang yang berlebihan dalam mencintai Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu adalah Syi’ah Rafidhah. Mereka mengangkat derajad Ali radhiallahu’anhu melebihi derajat kenabian. Tidak hanya itu, diantara mereka ada yang lancang mengatakan bahwa Ali adalah tuhan.

Adapun orang-orang yang membenci dan mengkafirkan Imam Ali mereka adalah kelompok khawarij dan naashibi (kaum yang membenci Ahlul Bait Nabi).

Sementara Ahlus Sunnah Wal Jamaah mereka berlepas diri dari sikap Syi’ah Rafidhah yang berlebihan dalam memuliakan Ali dan Ahlul Bait lainnya, hingga mengklaim bahwa ahlul bait adalah orang-orang yang ma’shum. Ahlus Sunnah juga berlepas diri dari sikap An-Nawashib yang menampakkan permusuhan dan mencela Ahlul Bait yang istiqamah. Mereka juga berlepas diri dari perilaku Ahlul Bid’ah dan Khurafat yang bertawassul dengan Ahlul Bait dan menjadikan mereka sebagai tuhan-tuhan yang diibadahi selain Allah” (Syaikh Shalih Al Fauzan dalam Kitabut Tauhid, hal. 92).

Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Ahlussunnah mencintai semua sahabat yang lebih dahulu masuk Islam, mengerti kedudukan, keutamaan dan keistimewaan para shahabat, serta selalu memperhatikan hak-hak Ahlul Bait yang disyariatkan oleh Allah kepada mereka…” (Ibnu Taimiyah dalam Minhajus Sunnah, 2/71)

0 comments: