Breaking News
Loading...

Pakar tafsir dan pengamat gerakan Syiah, DR Musthafa Umar Lc. MA menyatakan manuver kelompok Syiah dengan mendatangi Komnas HAM paska adanya gelombang penolakan dari umat Islam adalah langkah yang terbalik.

Menurut beliau, seharusnya umat Islam yang mengadukan kelompok Syiah kepada Komnas HAM karena ketenteraman dan kenyamanan hak beragama umat Islam sudah terusik.

“Mungkin mereka (Syiah, red) berpikir dengan ini bisa menjaga kepentingan mereka, tapi mereka juga harus berpikir menjaga kepentingan umat Islam yang banyak ini, yang selama ini, umat Islam nyaman, tentram, aman. Jangan diusik, dan ini sudah terbalik,” tegas ulama yang berdomisili di Pekanbaru ini kepada Kiblat.net, Sabtu malam (14/03).

Ulama lulusan Al-Azhar Kairo ini menambahkan, seharusnya yang mengadu ke Komnas HAM adalah umat Islam, karena umat sudah tidak mendapatkan kenyamanan lagi.

“Maka, ini sudah menjadi komitmen kita dan perlu adanya sikap yang jelas tegas dan ini mesti harus diperjuangkan dan setiap pejuang mesti membutuhkan pengorbanan,” ungkap beliau.

Ditegaskannya, bahwa kelompok Syiah merupakan kelompok berbahaya yang membutuhkan pengorbanan dan komitmen kuat untuk melawannya.

“Bahaya Syiah di Indonesia seperti bahayanya virus dan racun di dalam tubuh. Kalau tidak segera kita keluarkan maka tubuh akan hancur, maka seperti itulah bahaya Syiah jika tidak segera kita antisipasi. Syiah akan menghancurkan umat ini. Ini yang mesti kita pahami,” tambahnya.

Dr. Musthafa Umar juga mengutip Hadits yang merupakan bagian dari hadits Iftiraaqul-Ummah yang selengkapnya berbunyi :

تفترق أمتي على ثلاث وسبعين ملة، كلهم في النار إلا ملة واحدة». قالوا: ومن هي يا رسول الله؟ قال: «ما أنا عليه وأصحابي

“Akan berpecah umatku ini menjadi tujuh puluh tiga golonan. Semuanya masuk neraka kecuali satu”. Mereka (para shahabat) bertanya : “Siapakah ia wahai Rasulullah ?”. Beliau menjawab : “Apa-apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya”. (kiblat.net)

0 comments: