Breaking News
Loading...

Sebuah video amatir beredar secara online memperlihatkan mutilasi seorang pria tak bersenjata sebelum disembelih. Peristiwa ini terjadi beberapa hari setelah milisi Syi’ah Irak mengeksekusi seorang remaja di kota Tikrit.

Video yang direkam menggunakan ponsel menyebar di internet, menunjukkan pasukan Irak dan milisi sekutunya membantai seorang petani Ahlu Sunnah di dekat Tikrit, lansir Zaman Alwasl pada Senin (9/3/2015)

Selama bertahun-tahun, Tikrit menjadi saksi konflik sektarian. Pekan lalu, milisi Syi’ah yang didukung oleh Iran bergabung dengan Angkatan Bersenjata Irak yang didukung AS dalam salah satu serangan besar yang bertujuan untuk mendorong pejuang
ISIS keluar dari kota Tikrit, kota yang mayoritas penduduknya Muslim.

Milisi Syi’ah yang mendapat dukungan dari Iran, tidak hanya menargetkan ISIS dan pendukungnya, namun seluruh warga Ahlu Sunnah yang mereka temui. Sejak Juni tahun lalu, milisi Syi’ah dilaporkan menculik dan mengeksekusi ratusan warga Muslim Irak.

Milisi Syi’ah Irak memiliki halaman media sosial dan website untuk mempublikasikan rekaman brutal dan foto dari operasi mereka.

Di garis depan operasi tersebut terdapat “Asaib Ahl al-Haq” dan “League of the Righteous”, salah satu milisi Syi’ah Irak terkuat hari ini. Brigade yang lebih besar dapat memiliki puluhan ribu pejuang, sebagian besar terdiri dari pejuang Syi’ah Irak yang telah dilatih di Suriah, Libanon dan bahkan Iran. Pasukan gabungan mereka saat ini berkisan antara 100.000 hingga 250.000 orang, menurut laporan Washington Post. (haninmazaya/arrahmah.com)

0 comments: