Breaking News
Loading...

Illustrasi, tentara Saudi Arabia
Pemberontakan yang dilakukan kelompok Syiah di Yaman membuat kerajaan Arab Saudi turun tangan. Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud Faisal, menegaskan bahwa negaranya dan kawasan akan mengambil sikap tegas terhadap kudeta kelompok Syiah Houthi, jika kelompok tersebut menolak untuk berunding dengan pemerintah sah Yaman.

Pernyataan ini dikatakan Pangeran Saud Faisal dalam jumpa pers bersama Menlu Inggris Philip Hammond di ibukota Riyadh hari Senin (23/03) kemarin.

“Kami berharap untuk menyelesaikan krisis Yaman secara damai, akan tetapi jika tidak terjadi maka negara-negara di kawasan akan diambil langkah tegas yang diperlukan untuk mengakhiri agresi,” ujar Pangeran Saud Faisal sebagaimana dilansir eramuslim.com.

Lebih lanjut menlu Saudi ini menyampaikan bahwa keamanan Yaman dan keamanan negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) adalah satu kesatuan. Dan kami menolak dengan tegas kudeta militer yang dilakukan oleh kelompok Syiah Houthi.

Bersama dengan Dewan Kerjasam Teluk, Arab Saudi telah mengagagas perundingan bagi seluruh pihak bertikai di Yaman untuk menghadiri negosiasi damai di ibukota Riyadh dalam beberapa pekan mendatang.

Sejak berhasil menguasasi ibukota dan memaksa penguduran diri Presiden Abdel Fattah Mansour Hadi pada 22 Januari lalu, kelompok Syiah Houthi mengumumkan pembentukan pemerintah ilegal Yaman dengan dukungan dari Iran. (islamedia/eramuslimRassd/Ram/syiahindonesia.com)

0 comments: