Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Kota Santri Jombang dihebohkan dengan beredarnya stiker berukuran kecil berisi ajakan melakukan salat tiga waktu.

Stiker yang sudah masuk ke MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang ini diterbitkan PPUW (Pondok Pesantren Urwatul Wutsqo) Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek.

Pondok yang berada di Bulurejo itu bukan kali ini saja membuat heboh. Belum lama ini, PPUW juga membuat sensasi dengan menerapkan hukum cambuk di pesantren itu.

Hj Quratul Ayun, istri dari KH Qoyim Ya'qub, pengasuh PPUW menjelaskan stiker yang mereka edarkan ini untuk para pekerja yang sibuk. Diantaranya para sopir, tukang becak, dan para buruh tani. Karena mereka tidak bisa tepat waktu untuk melaksankan salat lima waktu.

Quratul Ayun kemudian menyodorkan dasar hukum tentang ajaran salat tiga waktu tersebut, yakni surat Al Isra' ayat 78.

Dalam surat itu, kata dia, ada tiga waktu salat. Pertama, saat tergelincirnya matahari, kemudian gelap malam, dan terang fajar. "Salat jamak juga ada dalam hadits nabi," katanya.


Ajaran ini mirip dengan ajaran Syiah

Menurut anggota Bidang Ukhuwah Islamiyah MUI Jatim ini, polisi harus segera turun tangan dan memeriksa penyebar stiker salat tiga waktu tersebut.

"Di samping meresahkan, menurut saya itu adalah salah satu ajaran aliran sesat Syiah. Dan itu salah satu alasan mengapa MUI Jatim mengeluarkan fatwa mengenai kesesatan ajaran Syiah," katanya saat dikonfirmasi redaksi inilahcom, Rabu (18/2/2015).

Sebagaimana diketahui bahwa ummat Islam telah diwajibkan shalat 5 waktu dalam sehari, Rasulullah menjelaskan dalam riwayat Bukhori dan Muslim yang berbunyi:
 
 فرض الله على أمتي(وفي رواية: عليً وعلي أمًتي) ليلة الإسراء خمسين صلاة فلم أزل أراجعه وأسأله التخفيف حتى جعلها خمسا في كل يوم وليلة

( Allah S.W.T telah mewajibkan terhadap umatku (didalam riwayat lain: terhadapku dan umatku) pada malam isro' sholat 50 kali, namun aku tidak berhenti untuk terus kembali kepada-Nya dan meminta-Nya keringanan sehingga Allah menjadikan sholat itu 5 kali sehari semalam).(nisyi/syiahindonesia.com)


0 comments: