Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Tahun baru saja berganti, semangat dan program pun diperbaharui. Bertempat di Masjid Persis Pajagalan, Bandung, Kamis (01/01/2015) acara kajian kupas tuntas ajaran Syiah, dengan topik "2015 Indonesia Bebas Syiah" menghadirkan dua pembicara. Pertama, KH Dedy Rahman (Pengasuh kajian dialog Islam Garuda FM) dan Ustaz Amin Muchtar, Direktur Hadits Institute Ibnu Hajar.

KH. Dedy Rahman, menuturkan ketika gegap gempita Revolusi Iran di tahun 1979, bagaimana Iran dan Khomeininya dieluk-elukkan, karena dianggap berani, pahlawan, dan mewakili Islam dalam menghadapi hegemoni Barat. Justru, beberapa hari setelah Revolusi Iran ayahnya,  KH. E. Abdurrahman (Ketua Umum Persis 1960-1983) menggelar tabligh akbar bukan untuk mensyukuri suksesnya Revolusi Iran, tapi KH. E. Abdurrahman justru menegaskan sebaliknya. "Awas Khomeini.!!!" karena cepat atau lambat, revolusi ini akan sampai ke ibu pertiwi ini," katanya.

"Jangan pernah tertipu dengan Syiah, jangan mau dibohongi, kita harus membuka mata dan harus bisa membedakan mana yang putih dan mana yang hitam" tutur KH. Dedy Rahman.

Di akhir orasinya, KH Dedy Rahman menegaskan, "2015 Indonesia Harus Bebas Syiah, Allahu Akbar.!!" (suara-islam.com/syiahindonesia.com)

0 comments: