Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Syiah menganggap bahwa manusia dari kelompoknya paling benar, paling apik, paling suci, dan paling sempurna, hanya merekalah yang akan masuk surga dan selainnya akan masuk neraka, termasuk didalamnya Kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Berikut beberapa pernyataan ulama-ulama Syiah tentang aliran yang mereka anut:

Syiah berkata: seluruh manusia adalah anak zina kecuali Syiah.
Lihat: kitab ar-Roudhah min al-Kafi, oleh al kulaini (8/285)

Syiah berkata: tidak ada yang beragama islam selain kita dan mereka (para imam Dua Belas dan pengikutinya dari kalangan Syiah Itsna Asyariyah)
Lihat: kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (1223,224)

Syiah berkata: bahwa Mahdi mereka akan keluar untuk menuntut balas dendam Syiah terhadap musuh-musuh mereka orang Islam, sedangkan kepada orang yahudi dan Nashrani dia akan mengajak berdamai dan berunding.
Lihat: kitab Bihar al-Anwar, oleh al-Majlisi (52/376)

Syiah berkata: orang yang menentang kita (Syiah) asperto orang yang menentang Allah, derajatnya sampai pada batas syirik kepada-Nya.
Lihat: kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (1/67)

Syiah berkata: tidak ada seorang yang terlahir ke dunia kecuali iblis datang kepadanya, jika diketahui bahwa dia adalah Syiah, maka ida akan terlindung dari setan tersebut. Sebalikya jika diketahui bahwa dia bukan Syiah, maka iblis akan meletakkan jarinya pada dubur anak laki-laki hingga dia menjadi orang yang banyak kentut, dan pada kemaluan anak perempuan hingga dia menjadi pelacur.
Lihat: kitab Tafsir al-Ayyasi, oleh Muhammad al-Ayyasyi (2/218)

Syiah berkata: setiap orang yang bukan Syiah Itsna Asyariyah, atau tidak mengimani salah satu imam Dua Belas, atau mengingkarinya maka dia telah kafir, dan di akhirat tempatnya adalah neraka.
Lihat: kitab Jami’ Ahaditsh asy-Syiah, oleh Brojurdi (1/429)

Syiah berkata: inti pelajaran yang diambil dari hadits-hadits (Syiah) adalah berlakunya hukum (vonis) kafir dan syiarik di akhirat terhadap setiap orang yang bukan Syiah Itsna Asyariyah.
Lihat: kitab Tanhiq al-Maqal, oleh Abdullah al-Mamqani (1/208) (nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: