Breaking News
Loading...

Baghdad - Syiahindonesia.com - Militer Iraq mengakui milisi Syiah yang didanai pemerintah, Al-Hasd Al-Syakbi, melakukan pembantaian dan pembersihan warga Ahlu Sunnah di wilayah-wilayah yang direbut dari Daulah Islamiyah. Pembantaian mengerikan itu dilakukan sebagai aksi balas dendam terhadap Daulah Islamiyah yang dianggap mewakili Ahlu Sunnah.

Dilansir dari Al-Jazeera, Senin (01/12), komandan operasi Tigris di militer Iraq Letjen Abdul Amir Al-Zaidi membenarkan bahwa milisi-milisi yang bertempur bersama militer Iraq melakukan pembantaian warga sipil. Hal itu dilakukan untuk membalas dendam kepada Daulah Islamiyah ketika merebut banyak wilayah di Iraq.

Ini merupakan peryataan resmi pertama yang dikeluarkan dari pejabat militer senior tentang kebengisan milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi. Atas pernyataan ini, pemerintah seakan menyetujui pembantaian warga Sunni yang dilakukan milisi Syiah yang didanainya itu.

Al-Hasd Al-Syakbi merupakan gabungan milisi-milisi Syiah Iraq yang dibentuk paska “gebrakan” Daulah Islamiyah merebut wilayah barat Iraq. Milisi itu dibentuk Nuri Al-Maliki, mantan PM Iraq yang berasal dari kelompok syiah, setelah militernya tidak mampu menghalau laju Daulah.

Dengan dukungan serangan udara pasukan koalisi bentukan AS, milisi Syiah dan militer Iraq berhasil merebut sejumlah wilayah dari Daulah Islamiyah. Banyak laporan yang menyebutkan bahwa milisi Syiah itu melakukan pembantaian, pembakaran rumah dan masjid-masjid Ahlu Sunnah.

Dalam laporan Al-Jazeera beberapa waktu lalu, setelah milisi Syiah merebut kota Jalaula di Diyala, bau mayat terbakar tercium di jalan-jalan kota. Sementara asap hitam dari menyelimuti langit kota tersebut. Asap itu berasal dari pembakaran rumah-rumah warga Sunni.

Dalam laporan terbaru, sudah 13 masjid Ahlu Sunnah di kota Jalaula dan Sa’diyah diledakkan. Dua kota itu direbut dari Daulah Islamiyah beberapa hari lalu. (kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: