Breaking News
Loading...

Ulama NU Balikpapan Lakukan Langkah Preventif Bendung Syiah 

Pengurus Syuriah Nahdlatul Ulama Provinsi Kalimantan Timur, KH Mohammad Anas Muchtar menganggap bahwa Nahdlatul Ulama telah melakukan langkah-langkah preventif untuk memagari warga Nahdliyyin dari pengaruh Syiah.

 Di antara caranya adalah dengan mengadakan pertemuan dengan para tokoh di tingkat atas secara rutin, hingga memantau masjid-masjid dan musholla yang dikelola oleh warga Nahdliyyin. Terutama jika ada pihak luar yang ingin memakai rumah ibadah sebagai tempat kegiatan seperti pengajian atau semacamnya.

KH Anas Muchtar juga membentengi para jamaahnya dengan cara konvensional seperti dengan cara dakwah bil lisan. "Kalau saya, saat khutbah sedikit-sedikit tetap saya masukkan, saya sampaikan juga kelompok (syiah, red) ini di Balikpapan sudah ada itu saya sampaikan," tutur Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al Muttaqin ini.

“Saya tidak langsung sebutkan namanya, tapi saya terangkan ini ada kelompok yang tidak mengakui sahabat, yang jadi khalifah pertama seharusnya Ali, dan sebagainya. Di Balikpapan itu sudah ada kelompok seperti ini,” lanjutnya.

Mohammad Anas Muchtar mewaspadai agar jangan sampai kita jamaahnya ikut terjebak dalam kelompok menyesatkan itu. "Kita harus waspada. Kita masukkan di ceramah-ceramah, di khutbah-khutbah itu kita masukkan walau sedikit-sedikit," tandas Anas.

Ulama NU Menghimbau Agar Memperkuat Pendidikan Masyarakat

KH. Mohamad Anas Muchtar, selaku tokoh Nahdlatul Ulama – Pengurus Syriah PW NU Kalimantan Timur - Balikpapan mengungkapkan ancaman syiah untuk stabilitas keamanan nasional perlu diwaspadai, khususnya kepada generasi muda.

Pengasuh Ponpes Modern Al-Muttaqin Balikpapan iniberpendapat, sebagian besar umat Islam khususnya di Indonesia ini sudah tidak cocok dengan syiah. Makadari itu beliau optimis jika ancaman-ancaman itu tidak akan terjadi, apalagi jika kebersamaan umat sudah terbangun sudah terbangun.

"Tapi tetap kita tidak boleh diam. Terutama pada generasi-generasi muda, yang lebih mengkhawatirkan kan generasi muda yang gampang sekali dipengaruhi ini," ungkap berlia saat ditemui oleh tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Ponpes Al-Muttaqin, Gunung Guntur, Balikpapan pada Jumat, (12/12).

Beliau menyatakan, bahaya ini bisa semakin meningkat jika penyebaran ajaran Syiah sampai masuk ke lembagapendidikan. "Kalau sampai masuk ke pendidikan, masuk ke sekolah-sekolah, anak-anak kita akan mudah sekali  terpengaruh," ujar pengurus Syuriah NU Provinsi Kalimantan Timur ini.

Meski demikian, untuk menghadang pemikiran Syiah, umatIslam harus memakai cara-cara yang mengikuti aturan Allah, yaitu bimauizatil hasanah. Dengan cara nasihatyang baik. "Kalau kita bisa, kita wajadilhum billati hiya ahsan (berdebat dengan cara yang santun, red). Jangan dengan kekerasan," tutur pria berkacamata ini.

Terakhir, beliau meminta agar perlawanan terhadap pengaruh Syiah ini tetap harus diperjuangkan.Selama ini, Balikpapan kerap menjadi incaran oleh serbuan pemikiran paham-paham yang menyimpang. Karena, di kota Balikpapan ini orang merasa aman.

 "Dan di sini itu masyarakatnya tidak perlu terlalu peduli dengan hal-hal yang baru datang. Masyarakatnya cuek. Sehingga mereka bisa mengembangkan dengan leluasa," pungkas Kyai Anas.

Sumber: alhikmah.co

0 comments: