Breaking News
Loading...

Sejumlah imigran gelap menempati Kantor Imigrasi Klas IA
Pekanbaru, Provinsi Riau, Senin (20/10/2014). ANT/FB Anggoro
Syiahindonesia.com - Beberapa hari yang lalu, diberitakan bahwa Sebanyak 41 imigran asal Afganistan menyerahkan diri ke Kantor Imigrasi Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (6/11/2014). Selain mereka, puluhan imigran lain juga berada di Rumah Detensi Imigrasi Balikpapan.

Kepala kantor Imigrasi Balikpapan, Sukadar, mengatakan, mereka datang dari Jakarta menggunakan pesawat berbekal sertifikat United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Asylum Seeker. Surat keterangan dikeluarkan Kantor UNHCR di Jakarta.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa dokumen tidak dapat digunakan untuk akses ke bandara dan fasilitas dengan keamanan khusus lainnya. "Surat itu bukan berfungsi sebagai paspor. Tetapi mengapa mereka bisa naik pesawat kemari? Mengapa itu bisa terjadi?" Sukadar keheranan.

Sukadar mempertanyakan komitmen maskapai yang mengangkut para imigran tersebut. Sebab, maskapai tidak memperhatikan Surat Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM, 15 April lalu tentang pengamanan penumpang imigran ilegal yang menggunakan rute domestik.

Surat yang ditujukan ke lima direktur utama maskapai yang beroperasi di Indonesia itu menyebut permohonan bantuan kepada maskapai agar menolak imigran ilegal pemegang dokumen UNHCR Asylum Seeker. Kecuali, dalam pengawalan petugas imigrasi sesuai ketentuan.

Mereka adalah Imigran Gelap Syiah!

Diberitakan oleh MetroTV bahwa alasan keberadaan mereka di Balikpapan adalah guna melarikan diri dari negaranya untuk mencari selamat dari kemungkinan dibunuh maupun diculik salah satu harakah Ahlus Sunnah di Afghanistan, yaitu Taliban, sebagaimana dilansir di METROTVNEWS.COM, (06/11/2014)

Sebagaimana diketahui bahwa Afghanistan sendiri merupakan negara timur tengah yang tak lepas dari wilayah ekspansi Syiah. Beruntung berbagai Harakah (pergerakan Islam) Ahlus Sunnah bisa membentengi masyarakat Islam di Negeri tersebut, salah satunya adalah Taliban.

Dalam pantauan beberapa website berita Islam, mereka bisa jadi orang-orang militer Syiah di Negara asal mereka. Hal ini dikarenakan postur tubuh mereka yang Yang mengherankan postur tubuh mereka tinggi besar laksana tentara dan mereka punya keahlian di Bidang olahraga dan Bela diri. Bahkan, setiap hari mereka kata petugas Imigrasi berlatih beladiri.

Adakah misi dibalik kedatangan Imigran gelap ini?
Adakah kesengajaan keberadaan mereka di Indonesia?

Apapun kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, Umat Islam harus membuka mata dan sadar diri, bahwa pergerakan Syiah merupakan pergerakan nyata yang amat sangat berbahaya bagi Islam. Banyak Negara-Negara Islam sudah menjadi korban dari kebiadaban mereka, Suriah, Yaman, Afghanistan, dan yang lain sebagainya. Jangan sampai Negara kita ini, Indonesia menjadi Negara korban kebengisan Syiah! (nisyi/syiahindonesia.com)

Berikut beberapa foto yang diambil dari kantor Imigrasi Balikpapan:







Salah satu aktivitas Imigran Gelap Syiah di kantor Imigrasi Balikpapan




0 comments: