Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pendukung Syiah di tanah air atau biasa disebuat Ahlul Bait Indonesia (ABI) dituding telah melakukan kebohongan publik terkait peryataannya bahwa aliran Syiah di Indonesia adalah aliran moderat.

"Peryataan para tokoh ABI di depan wartawan mengklaim dan menyatakan, mereka itu adalah kalangan Syiah moderat. Kami katakan itu bohong," tegas pakar aliran sesat Ustadz Anung Al-Hamat, Lc. M.Pd.I.

Peryataan Ustadz Anung itu dijelaskan saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan bahaya aliran takfiri Syiah dalam acara Kajian Ilmiah “Membendung Agama Syiah" di Masjid Al-Hasanah, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Otista, Jakarta, Kamis (25/12) kemarin.

Kemudian dia pun menyebutkan bukti berupa buku-buku yang diterbitkan oleh perusahaan penerbit dibawah nauangan ABI yang isinya banyak berupa hujatan terhadap Aisyah istri nabi Muhammad, SAW dan tiga sahabat nabi, yakni Abu Bakar, Umar, Ustman.

"Buku-buku mereka penuh dengan cacian dan hujatan kepada tiga sahabat Rasullullah. Jadi tidak bisa dikatakan bahwa Syiah di indonesia itu berbeda dengan di Syiah Iran. Bahkan dibukunya disebutkan Aisyah sebagai sosok yang pendengki, masya Allah," sambung Ustadz Anung.

Pada kesempatan itu juga Ketua Forum Studi Sekte-sekte Islam ini memaparkan data dan fakta tentang ancaman "Syiahnisasi" yang dilakukan para misionaris takfiri Syiah di Indonesia. Ancaman gerakan ini sudah menyusup melalui buku-buku materi pelajaran sekolah dan lembaga-lembaga negara.

Pada level tingkat daerah, Ustadz Anung menyebutkan bahwa di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ada sebuah kampung pengikut Syiahnya mencapai jumlah seribu orang. "Bahkan kaum Syiah ini sudah berani terang-terangan dan melakukan teror terhadap orang-orang anti-Syiah," katanya.

Ustadz Anung menambahkan, tidak ada kepastian berapa jumlah pengikut Syiah di tanah air. Meski demikian, sudah seyogyanya penduduk muslim waspada terhadap bahaya gerakan Syiahnisasi ini.

"Di negara Malaysia dan Sudan sudah menyatakan Syiah (agama) terlarang. Jika di Indonesia tak mengambil langkah yang diambil di Malaysia, kita hanya tinggal nunggu waktu seperti dialami oleh negara Saudi Arabia, Kuwait, Suriah, dan Bahrain," jelasnya.

Hal yang paling mencengangkan, tambah Ustadz Anung, adalah yang terjadi di Bahrain. Dimana di negara itu pada tahun 1911, tercatat 30 persen penduduknya Syiah dan 70 persen adalah Islam Sunni. Namun berdasarkan data ditahun 2009 sudah berubah.

"Syiah yang tadinya 30 persen menjadi 56 persen,” pungkas salah satu Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini. [robiawan/voa-islam.com/syiahindonesia.com]

0 comments: