Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pegiat sosial media Jonru Ginting heran dengan sikap aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang marah ketika Quraish Shihab disebut sebagai penganut Syiah. Pasalnya, mereka dikenal kerap membela kesesatan Syiah dan menyebut aliran itu sebagai bagian dari Islam.

Dalam perdebatan di sosial media, Ahmad Sahal, salah satu pendiri JIL menyebut Quraish Shihab sebagai seorang syiah adalah fitnah. Pemilik akun @sahal_AS ini kemudian terlibat diskusi dengan para pegiat sosial media lainnya.

“Di satu sisi @sahal_AS dkk marah jika QS (Quraish Shihab) dituduh syiah. Artinya alam bawah sadar mereka berkata syiah itu sesat, kan? Tapi kok @sahal_AS selama ini membela syiah, berkata syiah itu baik, dst. Kalau memang syiah baik, kenapa marah dituduh syiah?” cuitnya melalui akun @jonru pada Kamis (27/11).

Keheranan Jonru berawal ketika ia mencoba menjawab tudingan Sahal, bahwa dia telah memfitnah Quraish Shihab sebagai penganut Syiah.

“@sahaL_AS: Fitnahmu thd Pak Quraisy. Gimana?” tanya Sahal dalam twitnya.

Merespon tudingan tersebut, Jonru awalnya mencoba menerangkan bahwa pernyataan Quraish Shihab seorang Syiah bukanlah sebuah fitnah tetapi sudah umum diketahui. Ia pun mencoba memberikan referensi atas pernyataan itu.

“Silahkan cek “quraish shihab syiah di Google. Saya bukan orang pertama yg bilang QS syiah. Bahkan dulu MUI pernah bikin fatwa soal itu :-). Quraish shihab syiah” << cek di google << itu fakta, sudah banyak yg membahas itu. Saya bukan yg pertama. @Sahal_AS ,” tulis akun @jonru.

Mendapat respon seperti itu, Sahal sempat membalas twit Jonru dengan mencoba memberikan referensi tulisan sebuah blog yang menjelaskan bahwa Syiah bagian dari Islam.

” @Sahal_AS Ttg Syiah, sila simak tulisan joss dari @azis_af, Syiah Bagian Dari Islam,” cuit Sahal.

Jonru juga meminta Sahal menjelaskan pertentangan logika Sahal terkait masalah Syiah, Jonru menilai di satu sisi Sahal adalah pembela syiah, tapi di sisi lain Sahal marah jika “ulama” nya dituduh syiah.

“Bisa jelaskan kontradiksi ini? @Sahal. Kalo memang syiah itu baik dan perlu dibela, harusnya anda senang dong, jika Quraish Syihab dituduh Syiah. @Sahal_AS,” cuit @Jonru.

Menurut Jonru, jika suatu hal dianggap baik dan benar, seharusnya seseorang tidak perlu takut jika dilabeli dengan hal tersebut. Sebagaimana, dia tidak ambil pusing dianggap sebagai anggota sebuah partai Islam.

“Saya alhamdulillah bangga tuh “dituduh” PKS, karena saya yakin PKS itu baik. @Sahal_AS. Bangga dan membela syiah, tapi marah ketika tokoh idolanya disebut syiah. Aneh kan? @Sahal_AS ,” tulis @jonru.

“Ayo, coba @Sahal_AS jelaskan kenapa kamu dan orang2 JIL bisa bersikap kontradiktif seperti itu? Adanya kontradiksi itu sebenarnya BUKTI KUAT bahwa syiah itu sesat. Tapi Anda dan JIL kok membelanya? @sahal_AS,” tambah Jonru.

Dalam twitwar itu, Sahal tidak banyak merespon kritik yang Jonru sebut sebagai kontradiksi logika bela Syiah. Sahal terlihat mengajukan bahasan lain.

Sahal mencoba membuktikan bahwa Jonru telah memfitnah Quraisy Shihab telah mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak masuk surga. Persoalan ini, nampaknya terkait isu yang sempat menghebohkan media beberapa waktu lalu.

“Jonru menuduh Pak quraisy sesat. Kt @jonru, QS bilang Rasul ga masuk surga.” cetus Sahal.

Jonru sempat membalas singkat: “Ulama kok tidak mewajibkan jilbab?”

Namun, Jonru meminta Sahal untuk fokus menjawab persolan pertentangan logika pembelaan terhadap Syiah. “Maaf, saya tak akan meladeni pertanyaan Anda, sebelum Anda menjawab pertanyaan saya mengenai kontradiksi Syiah tadi.” tegasnya.

Dan debat pun berakhir dengan jawaban Sahal: “Sak karepmu!” (kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: