Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com – Syiah tidak bisa semata-mata dihadapi dengan aksi-aksi demo dan konfrontasi, tapi juga dengan ilmu. Hal itu menjadi salah satu alasan Institute for The Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) menerbitkan buku berjudul “Teologi dan Ajaran Syiah Menurut Referensi Induknya”.

“Terhadap Syiah, tidak melulu harus dihadapi dengan aksi-aksi demo dan konfrontasi. Mereka juga harus dihadapi dengan ilmu,” ungkap INSISTS dalam siaran pers peluncuran buku Teologi dan Ajaran Syiah Menurut Referensi Induknya, Ahad (02/11) di Jakarta.

Ajaran Syiah merupakan sebuah dogma yang disebarkan dengan cara propaganda. Ketidakmengertian umat dan ketidakpedulain penguasa menjadi lahan subur persemaian benih-benih ajarannya.

Buku Teologi dan Ajaran Syiah

Menurut INSISTS, kondisi masyarakat yang awam dan penguasa yang tidak seimbang dalam tanggung jawab mengawal moral dan aqidah rakyat, menjadikan Syiah dan aliran-aliran sesat yang lain mendapatkan kesempatan baik untuk tumbuh dan berkembang.

“Pada titik inilah, peran ulama dan cendekiawan muslim harus turut ambil bagian dalam jihad bil lisan dan jihad bil qalam,” ungkap INSISTS.

Buku Teologi dan Ajaran Syiah Menurut Referensi Induknya adalah kumpulan makalah mengenai Syiah yang disusun dan diedit ulang. Sejumlah nama seperti Hamid Fahmy Zarkasi, Adian Husaini, Khalid Muslih, Hendri Salahuddin, Asep Sobari, Fahmi Salim, dan M. Idrus Ramli serta sejumlah penulis lain terlibat dalam penyusunan buku ini. (kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: