Breaking News
Loading...

Syi’ah Dan Perlawanan Mereka Terhadap Pemerintahan Sunni

Syiahindonesia.com - Pada dasarnya madzhab Syi’ah hanya pemberontakan terhadap sistem pemerintahan. Tujuannya adalah untuk mengendalikan hukum yang ada dengan bentuk pertentangan terhadap metode yang dipakai ahlus sunnah, yang dengan system itu kemudian mereka menyerang sunni. Syi’ah telah berhasil menguasai daerah yang cukup luas di dunia Islam dalam kurun sejarah yang berbeda, berbagai dampak negatif yang mereka timbulkan nampak jelas setelah mereka berhasil memegang tampuk kekuasaan di suatu tempat. Namun seiring dengan tumbangnya Daulah Ash Shafawiyyah di pertengahan abad 18 M, Syi’ah kehilangan kendalinya di seluruh dunia, dan megaproyek mereka pun menyurut padam selama beberapa waktu. Pemikiran Syi’ah yang otoriter mulai kembali muncul pada periode 50 tahun-an. Munculah ambisi besar untuk menciptakan negara yang yang menyebarkan ajaran Syiah Itsna ‘Asyariyah yang sesat dengan kekuasaan dan senjata.Sementara calon wilayah strategis yang akan menjadi wilayahnya tidak keluar dari 3 tempat,yaitu: Iran, Irak dan Lebanon, sebagimana didapati banyak kalangan Syi’ah yang ingin mendirikan daulah.

Lobi-lobi Syi’ah sejak semula merencanakan pendirian daulah tersebut di salah satu dari ketiga negara atau di ketiga-tiganya.Kader-kader pun telah disebar di berbagai daerah.Diantara mereka ada yang khusus bekerja di jantung sistem pemerintahan di Iran yang dipimpin olehAl Khumaini.Dan ada juga yang dikirim untuk beroperasi di Lebanon, yaitu Musa Ash Shadr.

Ini merupakan jaringan operasi yang rumit dan sangat hati-hati.Tidak masalah bila targetnya baru berhasil puluhan tahun mendatang, yang penting target itu bisa tercapai,cara inijuga dipakai mendirikan daulah-daulah Syi’ah tempo dulu, seperti Daulah Buwaihiyyah, dan Daulah Ubeidiyyah -yang menamakan dirinya secara dusta sebagai Daulah Fathimiyyah- dan lain-lain. Biasanya, organisasi-organisasi tersebut bekerja sama dengan masyarakat papan bawah dan kaum fakir miskin di suatu negara. Kepada merekalah angin pemberontakan dihembuskan agar menggulingkan golongan kaya dan para penghuni istana. Organisasi-organisasi tersebut senantiasa mengungkit-ungkit masalah revolusi yang telah mengakar dalam jiwa kaum syi’ah, lalu dari sanalah terjadinya kudeta dan berdirinya negara Syi’ah.

Peristiwa ini telah kita saksikan dalam sejarah dan kita juga saksikan di Iran. Mungkin bila tersisa cukup waktu, kita akan menjelaskan kronologi Revolusi Syi’ah di Iran. Akan tetapi sekarang kita sedang menyaksikan langkah-langkah nyata di Lebanon dan Irak yang mengarah ke sana. Jika megaproyek mereka berhasil di kedua negara ini, maka ekspansi mereka berikutnya akan meliputi Suriah, Kuwait, Bahrain, dan wilayah timur Saudi. Oleh karena itu, penjelasan ini wajib ditulis, dan kaum muslimin harus faham akan apa yang terjadi di sekitar mereka. (nisyi/syiahindonesia.com)

Sumber: As-Syiah Nidhol am Dholal oleh DR. Raghib As Sirjani.

0 comments: