Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Perayaan Ritual sesat Syiah, Asyuro yang digagas Ikatan Jamaah Ahlu Bait Indonesia (IJABI) dan Yayasan Muthahari yang dibina tokoh Syiah Indonesia, Jalaluddin Rakhmat di Bandung dihadiri ratusan jamaah yang berasal dari pelbagai wilayah di Jawa Barat, khususnya siswa-siswi dari Sekolah Muthahari-Antapani, di Lucky Square Bandung, Senin (3/11/2014).

Para peserta Asyuro IJABI terlihat menyanyikan Hymne IJABI, dan mendengarkan paparan dari Jalaludin Rakhmat tentang Asyuro dan juga sempat beberapa kali memukul-mukul dada. Acara ini pun dihadiri Ketua Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Eki Subandi, Romo Agus dari Keuskupan Indonesia, Alawi Al Bantani, juga Syaiful Abdullah yang mengaku dari Muhammadiyah Jabar.

Panitia acara ini, Hesthi Raharja mengatakan kepada Alhikmah.co bahwa acara ini terbuka. “Tidak ada yang kami tutup-tutupi,”ungkapnya walau enggan diwawancara lebih lanjut. (mr/pnurullah/alhikmah.co/syiahindonesia.com)

Berikut hasil jepretan Alhikmah di lokasi yang dijaga ketat oleh Satgas PDIP karena mendapat penolakan umat Islam Bandung.

(Dewan Syuro IJAB, Jalaludin Rakhmat sedang memberikan sambutan)
(Gabungan Ormas Islam bernama Pembela Ahlus Sunnah (PAS) membentangkan spanduk anti Syiah)

(Ormas PAS berkumpul tertib di depan mall Lucky Square)

(Perwakilan kepolisian bersama Ormas tampak tengah mengobrol)

(Peserta Asyuro akan pulang setelah selesai kegiatan)

(peserta asyuro berhamburan keluar setelah selesai kegiatan. Kepulangan mereka dikawal ratusan kepolisian)

(Penampilan ritual Syiah Ali-Ali Maula) 
(Peserta Asyuro mengikuti ritual syiah dengan menepukan tangan ke dada berulang kali)

(Jalaludin menutup acara dengan melantunkan doa dan beberapa di antaranya menepuk dada berulang kali)
Karena setiap perkara muhdats yang tidak pernah dicontohkan dalam Islam, tentu saja sesat. Hal-hal semacam di atas jelas suatu kemungkaran dan telah dilarang oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena dalam Islam tidak boleh melakukan semacam itu baik karena kematian seorang yang dianggap mulia atau kematian seorang yang syahid di jalan Allah. Kita tahu bahwa di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak di antara para sahabat yang mendapati syahid seperti Hamzah bin Abdul Muthollib (paman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Tholib, ‘Abdullah bin Rowahah. Namun tidak pernah di masa beliau melakukan seperti yang dilakukan oleh Rafidhah. Law kaana khoiron, la-sabaqunaa ilaih, seandainya perkara tersebut baik, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lebih dahulu melakukannya.

Coba lihat pula bagaimana ketika Nabi Ya’qub ‘alaihis salam tertimpa musibah dengan hilangnya Yusuf ‘alaihis salam, apakah beliau sampai memukul-mukul dada? Apakah Nabi Ya’qub sampai menampar wajahnya sendiri? Apakah sampai ingin menumpahkan darahnya sendiri dengan mengores-ngores badan? Apakah sampai dijadikan ‘ied (perayaan) atau hari berduka seperti yang dilakukan Rafidhah? Amalan yang dilakukan Rafidhah tidak lain hanyalah warisan dari Jahiliyah, masa suram sebelum Islam. Islam dengan sangat jelas telah melarangnya.

Untuk memahami lebih lanjut hakikat ritual sesat ini, silahkan baca artikel ini: Asyura Syiah, Ritual Sesat dan Menyesatkan

0 comments: