Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Divisi Fatwa dan Pengkajian Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), DR. Abdul Chair Ramadhan mengungkap aksi terorisme yang dilakukan aliran Syiah di negara Indonesia.

Fakta membuktikan bahwa gerakan Syiah baik dalam skala nasional maupun internasional adalah sebuah gerakan yang bersifat makar, kudeta, dan terorisme. Terbukti sejarah mencatat masa kelam keberadaan Syiah di Indonesia. Mereka telah melakukan tindakan pengeboman di beberapa daerah.

“Gerakan pertama syiah yang pertama kali lakukan adalah gerakan yang bersifat makar, bughot dan terorisme. Dan ini terjadi pada tahun 1984 didauhuli dengan pengeboman dua gereja di Malang.” Pungkasnya dalam dalam Seminar & Bedah Buku Fenomenal: ‘Syiah Menurut Sumber Syiah: Ancaman Nyata NKRI’ di Wisma Pertamina (Wiperti) Jl. Medan Merdeka Timur No 13, pada Sabtu, (01/11).
Pada tahun itu juga, dua lembaga besar di Indonesia, MUI dan Depag menyampaikan agar umat Islam mewaspadai paham Syiah.

Aksi terorisme lain oleh Syiah yang di ungkap oleh Peneliti Ahli LKS Al-Maqashid Syariah ini juga dilakukan di Yogjakarta. Di tahun 1985, Syiah meledakan bom di Candi Borobudur.

“Pada tahun 1985 bulan februari syiah meledakan bom di candi borobudur, setelah itu ingin dilakukan di Bali tetapi tidak terlaksana karena bom keburu meledak di dalam bis pengemudi. “

Ini adalah contoh kasus yang nyata sebagaimana terungkap dari hasil keputusan pengadilan negeri Malang. Dan keputusan ini telah memperoleh hukum yang tetap dan semua koran ketika itu mempercayai bahwa pelaku dengan otak intelektualnya ialah Husain Al Habsyi.

Siapakah Husain Al Habsyi? Ia adalah gembong Syiah yang sempat mengajarkan paham sesat Syiah di Indonesia. Bahkan, ia ingin menjadikan Indonesia sebagai basis kekuatan syiah.

“Hasil observasi lapangan mengungkapkan bahwa husain al habsyi adalah tokoh yang amat di hormati oleh syiah.” ungkap Dewan Pakar ANNAS ini.

Syiah di Indonesia hanya akan menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Karenanya umat Islam harus bertindak reall dalam mencounter ajaran Syiah terkhusus di Indonesia ini.

“Jauh sebelum itu, telah banyak disebutkan oleh para tokoh dan ulama Indonesia, bahwa Syiah akan menjadi bom waktu di Indonesia. Nashir sudah mengatakan itu, buya hamka yang sudah langsung datang ke iran dan menyaksikan sendiri bahwa Nabi Muhammad telah gagal dalam membawa misi.” Tambahnya dalam penyampaian materi.

Seminar yang bertema “Syiah Menurut Sumber Syiah” (Ancaman Nyata NKRI) ini merupakan bedah buku karya DR. H. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM dari Komisi Hukum dan perundang-undangan MUI Pusat.

Acara ini didukung oleh MUI, MIUMI, Al-Bayinat, Front Anti Aliran Aesat, Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Lisan Hal, serta LKS Al-Maqashid As-Syariah. (nisyi/syiahindonesia.com)

0 comments: