Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Tahukah anda? Bahwa ternyata lagu qasidahan berjudul “Indung-Indung” menaruh beberapa bait kesesatan?!

Ya! Lagu asal Kalimantan Barat ini mengandung unsur celaan kepada Ummahatul Muslimin Aisyah r.a. Coba simak lirik lagu Indung-Indung berikut ini:

Indung Indung Kepala Lindung
Hujan Di Udik Di Sini Mendung
Anak Siapa Pakai Kerudung
Mata Melirik Kaki Kesandung

Aduh … aduh siti Aisyah
Mandi di kali rambutnya basah
Tidak sembayang, tidak puasa
Di dalam kubur mendapat siksa

Lihatlah lirik bercetak tebal diatas! Lirik tersebut ditunjukan kepada Siti Aisyah alias istri Rasulullah saw.
Kalimat-kalimat dalam lirik tersebut menceritakan bahwa Aisyah mandi di kali (sungai) hingga rambutnya basah. Lebih lanjut, dalam lirik itu pula Aisya dituduh tidak melaksanakan sembahyang (shalat) dan tidak berpuasa, dan Aisyah r.a mendapat siksa di alam kubur. Wal iyadzubillah.

Lirik Lagu Indung-Indung Mengandung Ajaran Sesat Syiah

Berbicara mengenai celaan kepada sahabat dan beberapa ahlul bait Nabi, tentu naluri kita akan mengarah pada ajaran sesat Syiah. Dimana mereka dengan lantang mencela, mengutuk, bahkan mengkafirkan beberapa sahabat Rasulullah serta dua isteri berliau, Aisyah r.a dan Hafshah Ummahatul Muslimin.

Al kulaini, seorang senior ulama Syiah berkata, “para sahabat Nabi yang mulia telah kafir dan murtad terutama Abu Bakar, Umar, Utsman, Klalid bin Walid, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, al-Mughirah bin Syu’bah ra, kecuali tiga orang saja.”(Raudhat min al-Kafi, oleh al-Kulaini (8/245)

Yusuf al-Bahrani senior mereka juga berkata, “Aisyah r.a telah murtad setelah wafatnya Nabi saw, sebagaimana murtadnya para sahabat dengan jumlah yang luar biasa besar.” (asy-Syihab ats-Tsaqib fi Bayani Makna an-Nashib, oleh Yusuf al-Bahrani hal. 236).

Apakah ini adalah makar dari kelompok sesat Syiah untuk menipu kaum muslimin? Ataukah Ilin Sumantri selaku pembuat lagu ini teracuni paham sesat Syiah?

Kaum muslimin harus lebih mawas diri terhadap doktrin sesat aliran Syiah ini. Bisa jadi hal yang sudah menjadi kebiasaan dan adat disekitar kita justru terkontaminasi paham Syiah, sehingga tanpa disadari pula kita telah mencela dan menghina Islam. Wal iyadzubillah. (Nisyi/Syiahindonesia.com)

21 comments:

  1. Punten, assalamu'alaykum,
    mungkin benar kalau kita harus hati-hati terhadap lirik tersebut, karena terlihat seperti mencerca "siti Aisyah".

    Saya post-ulang liriknya:

    "Aduh … aduh siti Aisyah
    Mandi di kali rambutnya basah

    Tidak sembayang, tidak puasa
    Di dalam kubur mendapat siksa"

    Tapi perlu dipahami juga kalau kalimat diatas adalah sebuah puisi melayu lama. Umumnya bagian atas adalah sampiran, bagian bawah adalah isi. Antara keduanya (sampiran dan isi) pun seharusnya tidak berhubungan. Hal tersebut berarti tidak ada hubungan antara "orang yang tidak sembahyang dan puasa" dengan "seseorang yang mandi di kali".

    Oleh karena itu, saya rasa lagu ini tidak bermaksud untuk mencerca "siti Aisyah".
    Mohon maaf, saya khawatir akan terjadi kesalah pahaman dengan pembuat lagu tersebut.
    Terima kasih, mohon dikoreksi.
    Allah Maha Tahu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju bos, lagian mana mungkin siti aisyah mandi di kali, pasti nabi muhammad bisa marah besar nabi jika lihat istrinya mandi di kali yang bisa saja di lihat oleh kaum laki2 lain selain nabi, makanya ane setuju kalo kita memahami sebuah lirik itu jangan langsung menafsirkan ke hal yang negatif, kalo kita menafsirkan lirik lagu dengan hal yang negatif tidak ada bedanya kita dengan teroris yang selalu salah menafsirkan Al Quran dalam masalah jihad yang harus selalu membunuh orang tidak berdosa dan tidak punya salah apa2.

      Delete
    2. takut yaah.. kliatan bngt sih kafirnya anda... he he ee

      Delete
    3. saya stuju mas raka...sekalipun kita benci syiah.tidak serta merta kita menuduh yang bukan kesalahan mereka.

      Delete
    4. betul itu kan cuma pantun, yg di atas sampiran, yg di bawah isi,
      mungking yg menulis postingan gak ngerti pantun, dan kevenciannya terhadap syiah laksana api neraka

      Delete
    5. ok itu puisi lama atua apalah, tp knpa harus 'siti aisyah" yg jelas itu nama istri nabi, mmng didunia ini jg bnyk nama siti aisyah selain istri nabi. tpi knpa tidak mmbuat syair dngn lirik yg lain, toh bisa khn tidak hrus menyelipkan nama seseorang.. nah klo nama istri ente yg dibuat disitu giman tnggapan ente.. knp gak nama org lain, oranglain pun jg demikian, knpa harus nama knpa gak kata2 lain khn bisa bukan.. sbnrny bukan dipermaslhin itu nama, ttpi kita thui bhwa itu salah satu nama dari istri nabi. wlpun sang pencipta lagu gak bermaksd dmikian. sama hal nya kasus karikatur nabi muhammad yg dibuat orng barat itu, terang umat islam marah.. tpi apa ada yg mengetahui rupa nabi muhammad yg sebenernya, nah knpa bisa marah, bukan permasalah pada karikatur nya ttpi esensi dan maksd dari yg buat itu yg membuat hari umat islam terluka krna ada kata muhammad disitu.. wallahu a'lam bishwb..

      Delete
    6. itu kan pantun?
      pantun mana yg tidak memilikii makna dan arti..,?

      bermakna lucu,
      bermakna sedih
      bermakna senang
      bermakna syukur
      dll

      nah apa yg anda nilai dngn pantun ini, apa skdr pantun saja hanya terdiri dari teks2 lirik2 yg tidak berarti.. .. klo seandainya disitu tidak benada pantun apa yg akan anda tnggpi.. kbtulan kah atau gmana?

      Delete
    7. dalam Islam pemilihan nama juga diperhatikan, bukan kita seenaknya saja ambil pantun, lagi pula secara kultur kalau orang Indonesia menyebut "siti Aisyah" itu jelas adalah istri baginda Nabi SAW. Kita pahaminya dri situ, tidak termasuk golongan Nabi SAW yang tidak mencintai siapa-siapa yang dicintai Nabi.

      Delete
    8. setuju bos..saya juga menentang syiah tapi menurut saya penulis artikel terlalu mengada-ada..saya dari kalimantan selatan..saya tau lagu ini sudah ada bahkan sebelum jaman nenek saya ( umur saya 33 thn saat ini )..isi lagu ini adalah nasihat, lihat lirik

      Tidak sembayang, tidak puasa
      Di dalam kubur mendapat siksa"

      inilah inti dari lagu itu, bukan tentang siti Aisyah istri nabi, nama siti aisyah yg dipakai adalah nama seseorang bisanya anak remaja di kalimantan (aisyah,fatimah)

      "Aduh … aduh siti Aisyah
      Mandi di kali rambutnya basah

      bait ini adalah pantun yg bersajak aa bb yg tidak ada kaitan dgn bait selanjutnya

      Delete
  2. setuju dengan bang raka, memang benar kita harus hati-hati terhadap syiah tapi kita juga mesti hati-hati dalam menjustisifikasi lagi pula kita tidak tahu benar aisyah disana di tujukan kepada siti aisyah rodiyallahu an atau bukan.

    alangkah baiknya sebelum menyuguhkan sebuah informasi kita harus benar-benar bertabayun dulu sebagaimana Allah SWT berfirman dalam al Quran surat al Hujurat ayat 6 ;

    "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu.”

    dzajakallahu

    ReplyDelete
  3. untuk kehati-hatian, sederhana saja, jangan mengamalkan lagu ini dan jangan menyebarkannya. Titik!

    ReplyDelete
  4. Kalau menurutku sih, ada dua kemungkinan... bisa jadi memang ditujukan untuk menjelek2an siti aisyah, atau bisa jadi sekedar sajak. Krn sampiran dan isi memang tdk ada kaitannya :)

    ReplyDelete
  5. Yang jelas mereka yang tertarik kepada ajaran sesat syiah adalah penjahat kelamin

    ReplyDelete
  6. Kemana kau hadapkan wajahmu maka disitulah kau bercermin diri.

    ReplyDelete
  7. Mohon Penulis artikel tentang lagu tersebut apa bisa di pertanggungjawabkan bahwa lagu tersebut berasal dari Kalimantan Barat, Saya asli putra kalimantan barat, rasa rasanya dari segi bahasa saja sudah tidak nyambung kalo itu lagu dari KalBar......

    ReplyDelete
  8. Setiap apa saja di dunia ini ada 2 kemungkinan tergantung dari sudut pandang masing2 dari kita. Untuk itu yakini saja yang menjadi keyakinan kita. Tuhan maha tahu, dan yang penting jangan merugikan orang laen.

    ReplyDelete
  9. itu kan pantun,...
    yg dua baris di atas adalah sampiran,
    dua baris di bawah isi
    jadi bukan bermaksud menghina...

    ReplyDelete
  10. bukankah terbukti fitnah di tengah tengah kaum muslimin sebagaimana lagu yang pada prakteknya di nyanyikan oleh seorang akhwat,menggunakan alat alat musik,berlenggak lenggok dan penulis tahu ini karena dulunya jadi salah satu pendengarnya tentu. akan tetapi Alhamdulillah atas pertolongan Allah bisa penulis tinggalkan semua itu.
    alasan pribadi:
    1. tidak ada perintah kepadanya yang menjanjikan fahala atau keutamaan
    2. lagu bukan jalan dakwah Nabi, karena tidak akan kita menemukan riwayat tentang Nabi kita bernyanyi/bermusik.
    3. banyaknya nas/dalil yang shahih dan penjelasan ulama terdahulu mengenai dilarangnya musik dan nyanyian
    4. kalaulah seandainya menyanyi/bermusik ini baik sebagai jalan dakwah,tentu Yang pertama kali mencontohkan pasti Nabi. sudah ada kok di zaman nabi nyanyian/musik. tidak ada halangan bagi Nabi menempuh jalur dakwah ini. Ini tentu atas dasar aturan Allah wahyu yang turun kepada Nabi
    5. bernasyid boleh , main duff (sejenis rebana) juga boleh asal tau tempat /waktu waktu juga batasan batasan yang sudah di tentukan Nabi. ada kok dalil kuat yang bisa kita jadikan hujjah

    kesimpulan penulis ini bahwa tidak ada mudharatnya kita meninggalkan suatu yang meragukan karena Allah. karena tiada satupun dari kita yakin bahwa ini akan bermanfaat bagi umat.ada yang terkena mudharat atas ini,ada mungkin yang memperoleh sedikit manfaat. kita kembalikan saja kepada Aturan Allah dan RasulNya Shalallahu 'alaihi wassalam bagi kita yang berhati hati menempuh jalan yang lurus.
    Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ
    “Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari no. 2051 dan Muslim no. 1599)
    wallahua'lam bisshawab

    ReplyDelete
  11. itulah busuknya pikiran org jmn skrg,g sprti jmn kakek nenekq dlu.,sukanya brpkiran jelek dg apa yg dilihatnya,prasangkny bruk smua, padhl itu pantung,MAKNA YG SBNARNYA CM 2 BRIS YG BWH,yg atas cm hiasan
    mkna yg ssungguhny itu mendidik dg baik

    ReplyDelete
  12. klo memang utk nasihat agar tidak meninggalkan sholat, knp mesti menggunakan nama Siti Aisyah...seolah (dari peletakan kalimat itu) itu dia sosok yg mewakili figur 'yang meninggalkan sholat'...Subhanalloh, beliau kan Ummurul Mu'minin, salah seorang Radiallahu 'Anha, perawi hadist pula...

    ReplyDelete
  13. jika si pencipta lagu berpaham islam yang benar pasti gak akan lancang bgitu mencatut nama Ummurul Mu'minin, dg gambaran lagu seolah 'menfigurkan'nya sbg sosok yg 'tidak sembahyang'..

    ReplyDelete