Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pengawas HAM Arab di Suriah, Anwar Malek, menuduh Iran sebagai negara yang berkonspirasi dengan Barat memecah belah dunia Arab untuk kepentingan Israel. Iranlah yang bertanggung jawab atas kondisi politik dan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di dunia Arab saat ini.

Menurutnya, seperti dilansir Memo Islam, Rabu (29/10/2014) kemarin, “Suriah memasuki kondisi yang tidak menentu. Sebabnya adalah Basyar Asad yang menggunakan kekuatannya secara berlebihan dalam menghadapi demonstrasi damai menuntut reformasi. Tidak ada kekuatan yang mengawasi dan menghentikannya.”

Malik menambahkan, “Jika masih ada negara di kawasan Timur Tengah atau dunia yang tidak ingin bangsa Arab menikmati Musim Seminya, maka negara-negara yang telah berhasil menjatuhkan para diktatornya tetap akan mengalami ketidakpastian. Mungkin yang bisa dikecualikan adalah Tunisia. Itu karena Tunisia adalah negara kecil, berbeda dengan Yaman, Libya, Mesir, atau Suriah. Walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menguatnya gelombang anti-revolusi di sana di kemudian hari, jika para penguasanya tidak bertindak dengan penuh kebijaksanaan.”

Saat ini, menurutnya, Irak adalah negara jajahan Iran. Hal itu karena pemerintahnya loyal dan tunduk kepada Iran secara politik dan agama. Karena itulah Irak mempraktekkan aksi pembersihan etnis terhadap elemen bangsa yang sebenarnya sangat besar, yaitu Sunni.. (msa/dakwatuna/syiahindonesia.com)

0 comments: