Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Kali ini kita akan mengulas kesesatan Akidah Syiah lewat buku-buku berbahasa Indonesia terbitan mereka.

Buku yang akan kita bongkar adalah berjudul "Kehidupan Setelah Mati" karya Allamah Sayyid Muhammad Husein Thabathaba'i.

Buku yang disadur dari kitab Tafsir Al-Mizan ini merupakan buku pokok agama Syiah baik dalam maupun luar Indonesia. Ini sebagaimana dedengkot Syiah Indonesia kang Jalal mengomentari buku ini sebagai berikut;

"Tafsir Al-Mizan adalah tafsir mutakhir yang menggunakan berbagai pendekatan: ahdits, bahasa, filsafat, dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Dari tafsir itu, para muridnya mengambil topik-topik tertentu dan menjadikannya tafsir maudhu'i. Pembahasannya tentang maut didi dalam al-Quran sangat mempesona dan menampilkan banyak wawasan baru, sebagaimana yang akan Anda baca dalam buku ini." ungkap kang Jalaludin Rahmat.

Berikut beberapa penyimpangan-penyimpangan yang terdapat dalam buku tersebut:

1. Dijelaskan bahwa sahabat Ali bin Abu Thalib membagi manusia menjadi dua bagian, penghuni Neraka dan penghuni Surga. Syiah adalah penghuni Surga, sedang selainnya akan dimasukan ke dalam Neraka.


Ini adalah di antara kesesatan Aqidah Syiah yang ditanamkan kepada para pengikutnya. Selain Syiah akan mendapatkan neraka meski dia beriman dengan Rukun Iman yang lain. Kebanyakan warga Syiah di Indonesia beralasan bahwa Aqidah semacam itu bukanlah Syiah yang mereka yakini, akan tetapi hanya dimiliki oleh Syiah luar negeri. Pernyataan mereka ini terbantahkan dengan fakta bahwa mereka mencetak buku yang mengandung ajaran demikian dan menyebarkannya kepada masyarakat Sunni.

2. Buku ini menjelaskan bahwa syarat menjadi mukmin sejati harus mengetahui Imam Syiah, sedangkan jika ada orang yang tidak mengikuti Imam Syiah maka ia bukanlah seorang mukmin. Bahkan, pengetahuan tentang Imam Syiah ini menjadi syarat diterimanya amal. Jadi menurut keyakinan Syiah, selain orang yang beragama Syiah maka amalannya tidak akan diterima. Lihat halaman 79 dari buku tersebut.



3. Pada halaman 93, tertulis bahwa surga ada 8 pintu, yang 5 pintu adalah bagi para penganut Syiah. Pernahkan Rasulullah bersabda demikian? Bukankah sekte Syiah ini ada setelah sepeninggal Nabi? Tidak logis!


4. Tafsir sesat ala Syiah. Arti kata "kebaikan" dalam ayat Asyura ayat 23 adalah wilayah dalam ajaran Syiah. Ini adalah salah satu di antara tafsiran ngawur ala Syiah. Mereka berdalil dengan ayat yang benar tapi dengan tafsiran sesuai dengan kehendak ajarannya sendiri.



5. Pada halaman 144, tertulis bahwa seorang hamba kakikatnyanya tidak akan beranjak sampai dia ditanya 4 hal. Empat terakhir dari pertanyaan tersbeut adalah seputar ke-Syiahannya.


6. Pada halaman 149, disebutkan bahwa timbangan yang adil dalam ayat Al Anbiya’ 47 adalah para nabi dan para Washinya (Para Imam Syiah)


7. Pada hal 173, disebutkan bahwa orang mukmin dalam ayat At Taubah 105 adalah Para Imam. Tafsir ini sejalan dengan hawa nafsu mereka. Dalam ayat lain, yang bisa menjadi saksi hanya para Imam mereka, yang lain tidak. Amat kejilah keyakinan mereka. Nauzubillah min dzalik. (Nisyi/Syiahindonesia.com)



0 comments: