Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Konflik antara pemerintah Yaman dengan pemberontak Syiah Houthi semakin memanas. Sedikitnya tujuh orang tewas dan puluhan luka-luka dalam bentrokan antara pemberontak Syiah Houthi dan polisi di ibukota Yaman, Sanaa beberapa saat yang lalu seperti dilansir Alarabiya, Selasa (09/09/14).

Kontributor  Alarabiya melaporkan pecahnya bentrokan bersenjata dengan peluru tajam di depan kantor Dewan Kabinet Kementerian antara pemberontak Syiah Houthi dan pasukan keamanan yang ditugaskan menjaga kantor Dewan Kabinet Kementrian.

Narasumber Alarabiya melaporkan jatuhnya satu korban tewas dan 5 luka-luka, sementara sumber dari pihak Syiah Houthi mengatakan bahwa terdapat 3 korban tewas dan 10 luka-luka.

Pemimpin gerakan Houthi, Abdulmalik al-Houthi telah mengancam untuk mengambil opsi  terburuk dengan meningkatkan serangan yang mencapai ibukota Sanaa dan sekitarnya, jika Presiden Yaman, Abdurabbih Mansour Hadi tidak memenuhi tuntutan mereka.

Abdulmalik Al-Houthi menyeru pengikut dan sekutunya untuk berkumpul hari ini di lapangan revolusi di ibukota Yaman Sanaa, pada saat Kementerian Dalam Negeri menambah jumlah pasukan keamanan di sekitar Kementerian dan gedung pemerintah lainnya.

Pemberontak Syiah Houthi telah mengumumkan dimulainya tahap akhir dan "kritis" dari pengerahan massa besar-besaran yang melakukan protes  dengan menuntut pembubaran pemerintah dan membatalkan keputusan untuk menaikkan harga BBM.

Protes ini berlangsung terus menerus sejak 18 Agustus lalu, meskipun Presiden Abdurabbih Mansour Hadi segera mengeluarkan keputusan yang membatalkan kenaikan harga sepertiga dari harga bahan bakar, dan melakukan pembentukan pemerintahan baru.

Komunitas Syiah dimanapun keberadaannya bila telah memiliki massa dalam jumlah besar dan ditambah dengan dukungan militer dari Iran dan sekutunya, maka mereka akan merongrong pemerintahan yang sah, karena doktrin yang Syiah miliki tidak pernah mengakui pemerintahan siapapun selama tidak menjadikan doktrin-doktrin Syiah sebagai dasar negaranya. Dan krisis di Yaman semakin menegaskan bahwa Syiah adalah gerakan politik yang berkedok agama.(iz/koepas.org/syiahindonesia.com)

0 comments: