Breaking News
Loading...

Oleh: Ustadz Musyaffa' Ad Dariny

Cobalah jawab, mana yang seharusnya lebih tahu tentang Islam yang dibawa Nabi, keluarga beliau, ataukah para sahabat beliau?! Bukankah seharusnya keluarga beliau adalah orang yang paling banyak tahu tentang Islam?!

Kita katakan:

1. Kalau kaidah ini mutlak benarnya, tentunya tidak ada kerabat Nabi -shollalohu alaihi wasallam- yg masuk neraka, namun ternyata ada, diantaranya paman beliau: Abu Lahab, Abu Jahal, Abu Thalib dll.

2. Orang yang paling banyak tahu tentang Islam adalah orang yang paling banyak bersama beliau dan orang yang paling banyak mengambil ilmu dari beliau, baik dia itu keluarga beliau atau yang lainnya.

Ketika di rumah, maka keluarga yang sedang bersama beliau yang lebih tahu... Ketika di luar rumah, maka orang yang bersama beliau yang lebih tahu.

3. Keluarga beliau mencakup istri beliau,hampir setiap hari beliau bersama istrinya, lalu mengapa mereka dicampakkan oleh kaum Syiah?

4. Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- tidak membedakan dalam menyampaikan Risalah Islam, sebagaimana ditunjukkan oleh perkataan Sahabat Ali -rodhiyallohu anhu-:

"Tidak ada kitab (khusus) yang kami baca, selain kitabulloh dan apa yang ada dalam lembaran ini, di dalamnya ada aturan hukum qishosh dan umur-umur unta", lalu beliau menyebutkan beberapa hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-. [HR. Bukhori]

5. Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- lebih banyak menyampaikan Islam di luar rumah, baik di masjid beliau ataupun di tempat lain. Sehingga tidak otomatis keluarga beliau lebih tahu ilmu beliau daripada orang lain.

6. Sebagaimana telah biasa terjadi, orang yang paling tahu tentang ilmu seseorang adalah orang yang paling banyak mengambil ilmu dari orang tersebut, dan itu tidak mengharuskan dari keluarganya.

Bahkan seringkali seorang murid kesayangan atau teman akrab seseorang lebih banyak tahu tentang ilmu orang tersebut daripada keluarganya sendiri.

7. Ajaran para Ahlul Bait tidak bertentangan dengan ajaran para Sahabat Nabi, ajaran mereka sama dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan.

Sungguh mencintai Ahlul Bait adalah tuntutan iman kita... Tapi mencintai mereka tidak mengharuskan kita meninggalkan atau membenci atau merendahkan para sahabat Nabi lainnya.

Karena mereka adalah satu generasi yang saling melengkapi dan tidak mngkin dipisahkan, Wallohu a'lam.(iz)

Sumber: Koepas.org

2 comments:

  1. gak bakalan bisa kita nge-betulin otak orang2 syiah...walau pake logika sekalipun...otak nya sudah tertutup ..walau di nasehati bagimanapun juga

    ReplyDelete
  2. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
    QS. al-Baqarah (2) : 6

    Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.
    QS. al-Baqarah (2) : 7

    ReplyDelete