Breaking News
Loading...

Pasca kerusuhan sampang tahun lalu, kini kelompok sesat syi’ah yang ngotot ingin diakui sebagai bagian dari islam mengemis kepada Presiden Yudhoyono lantaran kondisi mereka yang semakin terpuruk.

Sepuluh pegowes Syiah Sampang menyampaikan uneg-unegnya dengan mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Surat tertanggal 28 Januari 2014 itu diterima satuharapan.com pada Kamis (30/1/2014).

Mereka adalah perwakilan kelompok sesat Syiah Sampang, Madura, yang gowes selama 16 hari dan menempuh  perjalanan 850 kilometer untuk bertemu Presiden di Jakarta. Mereka tiba di Jakarta pada 17 Juni 2013 lalu.

Dalam surat tersebut, dikatakan bahwa Presiden yang loyal kepada Syi’ah Sampang akan memberikan janji-janji manis kepada mereka. Namun janji Bapak presiden hanya dianggap bualan belaka oleh orang-orang syi’ah.

“Tapi sampai sekarang belum ada yang terbukti janjinya, bahkan ketika Pak SBY ke Jatim untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Jatim, mengapa Pak SBY malah menyerahkan penyelesaian kasus ini ke pemerintah daerah?

Lupakah Pak SBY ketika mewanti-wanti kami agar jangan mendengar siapa-siapa, cukup Pak SBY saja yang didengar untuk akan menyelesaikan masalah kami?

Kami sedih karena Pak SBY mampir kepengungsian saja tidak, kami cuma dilewati. Tapi sudahlah, sampai sekarang kami masih tetap menunggu janjinya Pak SBY, kami masih berharap kepada Pak SBY dan tak pernah kehilangan keyakinan kepada Allah Swt dan keadilan-NYA.” Ungkap isi surat tersebut.

SBY seperti bapak yang tidak tepat janji kepada anaknya

Syi’ah yang menganggap SBY sebagai “bapaknya” sangat kecewa dan merasa dibohongi dengan ucap Bapak Presiden Yudhoyono. Dalam surat tersebut, mereka juga mengingatkan presiden akan janji-janjinya di waktu umat islam menolak ajaran sesat tumbuh di lingkungan Sampang.

Pak SBY juga masih ingat kan saat bilang sangat prihatin atas derita yang menimpa warga Syiah Sampang dan kirim salam ke pengungsi?

Tambah senang hati kami saat mendengar itu, karena  dalam perasaan kami, Pak SBY masih menganggap kami sebagai anaknya, dan Pak SBY kelihatan sangat serius dengan janjinya waktu itu.

Apalagi Pak SBY siap membangun kampung kami dengan kucuran dana 1 triliun, tambah senang lagi kami karena kampung kami mau dibangun. Bukan hanya rumah orang Syiah katanya yang mau dibangun tapi semua akan dibangun dan diperbaiki. Tapi ditunggu-tunggu sampai sekarang belum ada satu pun janji Pak SBY yang terbukti.

Anggapannya sekarang ini, apakah Pak SBY ingin membohongi anaknya sendiri?

Sekarang kami kecewa dan ragu terhadap janji Pak SBY. Kami ini nggak tahu mau ngomong apa sekarang. Apakah benar kami sebenarnya sedang dibohongi oleh bapak negara sendiri?” ungkap Syi’ah Sampang dalam surat mereka.

Sampai sekarang surat tersebut belum mendapat jawaban resmi dari pemerintah. Dan kelompok yang mengatasnamakan Islam ini tampaknya masih ingin agar eksistensinya diakui di masyarakat Indonesia yang umat islam nya mayoritas berakidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Padahal Majelis Ulama Indonesia (MUI) prop. Jawa timur tanggal 21 Januari 2012 lalu dengan tegas telah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syi’ah telang menyimpang dan keluar dari Islam. Allahu musta’an (Nisyi)

0 comments: