Breaking News
Loading...

Sempat ramai diberitakan terkait ditemukannya caleg PKS dapil SULUT 2 yang menjadi pengikut Syiah bernama Asri Rasjid membuat PKS berang.

Klarifikasi islampos pada  Ketua DPW PKS Sulut, Syaarifudin Saafa mencoba mengurai polemik ini. Syaarifudin Saafa mengaku akan bersikap tegas jika yang bersangkutan terbukti menganut ajaran Syiah.

“Keanggotaannya akan dicabut jika benar dia Syiah. Sehingga tidak dapat dilantik menjadi anggota legislatif mewakili PKS,” tegas Syarifuddin Selasa (25/2).

Syarifuddin mengatakan PKS tegas jika sudah menyangkut masalah aqidah. Dia tidak akan mentolerir jika ada caleg PKS dari Syiah.

“Ini soal aqidah, jadi kami tidak main-main,” tegasnya.

Caleg Syiah Asal Sulawesi Utara Di Usung PKS

Dengan keterbukaan PKS saat ini justru menjadi ‘blunder’ partai yang mengusung gerakan bernafaskan Islam, seperti ‘One Day One Juz’ ODOJ, gerakan menutup aurat dan gerakan remaja IndonesiaTanpa JIL (ITJ).

Dengan fakta ini setidaknya PKS menahan diri menyuarakan penolakan pada syiah karena masih ada calegnya yang kristen dan syiah.

Berdasarkan penelusuran di situs Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Utara kami mendapati bahwa salah satu Caleg yang diusung PKS di daerah pemilihan SULUT 2 bernama Asri Rasjid adalah beraliran syiah. Aliran sesat syiah ini kerap melakukan tindakan taqiyyah (berbohong demi mencari simpati), takfiri (mengkafirkan umat Islam diluar jamaah syiah) dan penghinaan secara barbar dan kasar kepada Aisyah, istri Nabi Muhammad SAW.

Berbagai strategi ditempuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mendulang suara dalam Pemilu 2014 mendatang. Dengan slogan barunya “Cinta, Kerja dan Harmoni,” PKS mengusung calon anggota legislatif dari berbagai kalangan, termasuk pendeta Kristen.

“Ada pendeta yang menjadi caleg di Indonesia Timur,” kata Sekretaris Jenderal PKS, Taufik Ridho di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Taufik menyatakan, caleg non-Muslim banyak diusung PKS untuk daerah pemilihan Indonesia Timur, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua, dan Papua Barat. “Memang kebutuhannya seperti itu,” ujarnya.

Caleg-caleg non-Muslim diusung PKS untuk memperebutkan kursi di DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten. Untuk DPR Pusat, PKS mengusung dua caleg non-Muslim dari dapil Papua dan Papua Barat. Di sini PKS menargetkan satu kursi.

    …Ada pendeta yang menjadi caleg di Indonesia Timur. Caleg non-Muslim banyak diusung PKS untuk daerah pemilihan Indonesia Timur…

Caleg-caleg non-Muslim diusung PKS untuk memperebutkan kursi di DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten

Taufik menyatakan caleg PKS berasal dari beragam latar belakang profesi. Semua diproyeksikan berdasarkan kebutuhan legislasi di DPR. Secara pendidikan, mayoritas caleg PKS memiliki latar belakang S1. Proporsi mereka ada 57 persen. Berikutnya, caleg berlatar belakang pendidikan S2 sebanyak 21,7 persen, S3 6,3 persen, dan SMA 12,4 persen.

Untuk itu, Taufik meminta para kader di akar rumput untuk membantu semua caleg, termasuk caleg pendeta, agar dapat meraih perolehan suara signifikan dalam Pemilu 2014.

Menurutnya, PKS mengandalkan kekuatan kader sebagai magnet elektoral di Pemilu 2014. Bagi PKS caleg-caleg tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan para kader. “Kader adalah mesin partai. Ini sudah terbukti di Pemilu Jawa Barat dan Sumatera Utara,” ujarnya Selasa, 23 April 2013.

Keberpihakan Caleg PKS kepada syiah ini cukup jelas dengan aktivitas Asri Rasjid yang aktif dalam kegiatan-kegiatan Ahlul Bayt Indonesia (ABI) & Ikatan Jamaah Ahlul Bayt Indonesia (IJABI) di Manado, Sulawesi Utara.

Berbagai strategi ditempuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mendulang suara dalam Pemilu 2014 mendatang. Dengan slogan barunya “Cinta, Kerja dan Harmoni,” PKS mengusung calon anggota legislatif dari berbagai kalangan, termasuk pendeta Kristen.

“Ada pendeta yang menjadi caleg di Indonesia Timur,” kata Sekretaris Jenderal PKS, Taufik Ridho di Jakarta, Senin (22/4/2013).

Taufik menyatakan, caleg non-Muslim banyak diusung PKS untuk daerah pemilihan Indonesia Timur, seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua, dan Papua Barat. “Memang kebutuhannya seperti itu,” ujarnya.

Caleg-caleg non-Muslim diusung PKS untuk memperebutkan kursi di DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten. Untuk DPR Pusat, PKS mengusung dua caleg non-Muslim dari dapil Papua dan Papua Barat. Di sini PKS menargetkan satu kursi.

…Ada pendeta yang menjadi caleg di Indonesia Timur. Caleg non-Muslim banyak diusung PKS untuk daerah pemilihan Indonesia Timur…

Caleg-caleg non-Muslim diusung PKS untuk memperebutkan kursi di DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten

Taufik menyatakan caleg PKS berasal dari beragam latar belakang profesi. Semua diproyeksikan berdasarkan kebutuhan legislasi di DPR. Secara pendidikan, mayoritas caleg PKS memiliki latar belakang S1. Proporsi mereka ada 57 persen. Berikutnya, caleg berlatar belakang pendidikan S2 sebanyak 21,7 persen, S3 6,3 persen, dan SMA 12,4 persen.

Untuk itu, Taufik meminta para kader di akar rumput untuk membantu semua caleg, termasuk caleg pendeta, agar dapat meraih perolehan suara signifikan dalam Pemilu 2014.

Menurutnya, PKS mengandalkan kekuatan kader sebagai magnet elektoral di Pemilu 2014. Bagi PKS caleg-caleg tidak akan bisa berbuat banyak tanpa dukungan para kader. “Kader adalah mesin partai. Ini sudah terbukti di Pemilu Jawa Barat dan Sumatera Utara,” ujarnya. (voa-islam.com) [taz/rpb] Selasa, 23 Apr 2013

Bagaimana pendapat Anda? Fakta atau retorika semata? Karena pendeta atau pastur pun menjadi Caleg PKS, sehingga membutuhkan pembuktian dari PKS yang banyak diikuti remaja Islam ini. Wallahu’alam

(Nisyi/voa-islam.com/syiahindonesia.com)

0 comments: