Breaking News
Loading...

Jakarta – Penggulingan Presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi tidak hanya melibatkan militer, kelompok Liberal, Sosialis, dan Kristen. Diduga, kelompok Syiah juga berperan dalam kudeta terhadap Mursi. Meski, tidak menunjukkan keterlibatan secara terbuka.

“Secara zhahir (nampak), Syiah memang tidak bisa dibuktikan keterlibatannya. Tapi, kita dapat rasakan peran mereka. Jadi, bedakan antara peran nampak dengan peran yang dirasakan,” kata Mantan Staf Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Era Mursi, dr.Atef Abdul El-Fattah Saad El Hadely dalam pertemuan bertema ‘Info Terkini Mesir’ yang digelar oleh Komnas Kemanusiaan dan Demokrasi Mesir (KDM) bersama Adara Relief International di MUC Building Jl.TB Simatupang No.15, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, pada Senin 23 Desember 2013.

Kata Syaikh Atef, Syiah memang tidak berada di front terdepan dalam peristiwa kudeta terhadap Mursi. Sehingga, sulit untuk dibuktikan secara nyata. Namun, ada satu hal yang dapat menjadi bukti keberpihakan mereka terhadap kudeta.

“Buktinya nyatanya ialah Syiah tidak bersuara ketika terjadi pembantaian di Mesir, padahal mereka selama ini mengaku anti terhadap penindasan dan Amerika,” ucapnya.

Lanjutnya, saat ini Amerika dan Iran malah bersatu. Amerika tidak lagi mempersoalkan korban senjata kimia Bashar Assad, Amerika hanya mempersoalkan senjata kimianya saja.

“Justru mereka sekarang saling tawar-menawar,” cetus Syaikh Atef.

Menurut Syaikh Atef, sejak Khomeini berkuasa hubungan Mesir dengan Syiah memang tidak harmonis. Begitupula ketika Mursi berkuasa, Mursi sosok yang terlalu tegas dengan Syiah. Bahkan Mursi membuat marah Iran yang sebenarnya tengah berupaya menawarkan bantuan cuma-cuma kepada Mesir.

“Mursi di Iran memuji-muji para Sahabat Nabi, bahkan tidak pernah dilakukan oleh para raja Saudi,” tegasnya.

(kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: