Breaking News
Loading...

DR. AHMED Mahjoub Jubouri, praktisi media Islam dari Irak menjelaskan kondisi Ahlussunah sangat tertindas di bahwa rezim Perdana Menteri Syiah Irak Nouri Al Maliki. Dalam segi media, dia memaparkan adanya upaya sistematis invasi akidah Syiah terhadap Ahlussunah. Semua acara yang ditayangkan merupakan acara model Syi’ah.

“Bahkan Adzan pun, sudah adzan model Syi’ah,” jelas General Manager of Hekma Group for Training, Planning and Media Consultancy ini di hadapan para pimpinan Dewan Da’wah, Kamis lalu (6/12/2013).

Salah satu pembohongan publik melalui media yang dilakukan oleh orang-orang Syi’ah adalah adanya klaim bahwa mayoritas masyarakat Irak adalah Syi’ah.

“Padahal sesungguhnya mayoritas adalah Sunni. Orang Syi’ah paling banyak 38% saja,” lanjutnya.

Hal tersebut mereka simpulkan karena membagi masyarakat Irak ke dalam tiga kelompok, yaitu Sunni, Syi’ah dan Kurdi. Padahal orang Kurdi adalah orang Sunni juga. Untuk meminimalisir hal tersebut, pihak Sunni memiliki dua chanel TV, namun akhirnya dilarang oleh pemerintahan Syi’ah.

“Meskipun demikian, kita (Sunni) masih ada media Sunni tapi disiarkan dari luar Irak,” ujarnya.

Dalam mengakhiri pertemuannya, Dr. Jubouri berpesan kepada masyarakat Sunni yang berada di Indonesia. Pertama, jangan sampai kita tertipu oleh orang-orang Syi’ah meskipun pada awalnya mereka mengajak untuk bersatu, sebab nanti ketika ada kesempatan mereka tidak segan-segan membantai orang-orang Sunni.

“Kedua, Meskipun keadaan di Irak sudah seperti itu, tapi kami tidak putus asa, kami isiqomah dan terus berjuang melawan mereka,” pungkasnya.

Dalam waktu kurun empat bulan lagi, Irak akan menyelenggarakan pemilihan umum, dia berharap semoga ada perubahan yang lebih baik bagi kaum muslimin Sunni.

0 comments: