Breaking News
Loading...

Laporan rahasia intelijen Iran yang dibocorkan di internet memperingatkan bahwa Iran menghadapi krisis keuangan parah yang dapat memicu pemberontakan di seluruh negeri.

Cuplikan dari laporan tersebut yang diunggah di sejumlah situs Iran mengungkap bahwa pemerintah kemungkinan tidak akan sanggup membayar gaji seluruh pegawainya dalam waktu tiga bulan mendatang. Di mana hal itu dapat memicu unjuk rasa rakyat di pelosok Iran, lansir Alarabiya (5/9/2012).

Masih menurut laporan intelijen itu, sebagian besar rakyat kemungkinan akan mengalami kelaparan. Dan unjuk rasa rakyat dan kerusuhan mungkin akan muncul pertama kali di daerah perbatasan, mengingat di wilayah itu kondisi perekonomiannya paling cepat menurun.

Cadangan devisa Iran diperkirakan akan segera habis dalam waktu enam bulan.

Sementara menurut laporan-laporan resmi lainnya, pabrik-pabrik Iran saat ini hanya beroperasi separuh dari kapasitas mereka. Sebagian besar di antaranya bahkan sudah menyatakan bangkrut.

Embargo Eropa atas minyak Iran diperkirakan merugikan negara Syiah itu sekitar USD133 juta perhari.

Mata uang Riyal Iran saat ini juga mengalami penurunan. Gubernur Bank Sentral Iran Mahmud Bahmani telah mengumumkan kenaikan resmi nilai tukar mata uang riyal terhadap dolar dalam 10 hari mendatang, guna mengikuti “perkembangan internasional.”

Namun menurut para bankir Iran, nilai tukar 12.260 riyal terhadap dolar hanya merupakan referensi. Pada kenyataannya terdapat jurang yang lebar antara nilai riyal Iran terhadap dolar AS, yang disinyalir semakin meyuburkan praktek korupsi di lingkungan pemerintah, sebab membeli dolar dengan nilai tukar resmi pemerintah membawa keuntungan tersendiri.*[hdy].
( Edit )

0 comments: