Breaking News
Loading...

Syiah Indonesia – Setiap tahun, tepatnya Jumat terakhir pada bulan Ramadhan kelompok Syiah di berbagai belahan dunia merayakan sebuah hari spesial, yaitu sebuah hari yang disebut Yaumul Quds (Hari Quds).

Hari Quds, secara resmi di Iran dikenal sebagai Hari Quds Internasional, ia merupakan ajang tahunan yang dimulai di Iran pada tahun 1979, yang diperingati pada hari Jumat terakhir bulan Ramadhan. Pada hari itu orang-orang syiah menyuarakan slogan-slogan solidaritas atas penderitaan rakyat Palestina dan menentang Zionisme serta penjajahan Israel atas Yerusalem. Al-Quds adalah nama kota itu dalam bahasa Arab.

Aksi unjuk rasa pada Yaumul Quds pertama kali diusulkan oleh Ebrahim Yazdi, menteri luar negeri pertama Iran, dan kemudian diperkenalkan di Iran oleh Ayatollah Khomeini dan tiap tahunnya parade hari Quds disponsori dan diselenggarakan setiap tahun oleh pemerintah Iran di sana.

Hari protes anti-Zionis ini awalnya diserukan oleh pemimpin Revolusi Syiah Iran, Ayatollah Khomeini dalam sebuah pidato politiknya. Pada bulan Agustus tahun 1979, Khomeini menyatakan pembebasan Yerusalem merupakan kewajiban agama bagi semua Muslim, ia menyatakan:

“Saya mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk menguduskan hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan sebagai Hari Al-Quds dan menyatakan solidaritas internasional umat Islam dalam mendukung hak-hak sah rakyat Muslim Palestina. Selama bertahun-tahun, saya telah memberitahukan kepada umat Islam dari bahaya yang ditimbulkan oleh perampas Israel yang saat ini telah mengintensifkan serangan biadab terhadap saudara-saudara Palestina, dan yang ada di selatan Lebanon pada khususnya, mereka terus membom rumah-rumah Palestina di harapan menghancurkan perjuangan Palestina. Saya minta semua Muslim di seluruh dunia dan pemerintah Muslim untuk bergabung bersama untuk memutuskan tangan perampas ini dan pendukungnya. Saya meminta semua Muslim di seluruh dunia untuk memilih sebagai Al-Quds pada Hari Jumat terakhir di bulan suci Ramadhan – yang itu sendiri merupakan periode menentukan dan juga dapat menjadi penentu nasib rakyat Palestina – dan melalui momen ini untuk menunjukkan solidaritas Muslim di seluruh dunia, mengumumkan dukungan mereka terhadap hak-hak sah rakyat Muslim. Saya meminta Tuhan Yang Maha Esa bagi kemenangan kaum muslimin atas orang-orang kafir”.

Hari Al-Quds, Tipuan Syiah atas kaum muslimin
Hari Al-Quds Sedunia, di Semarang tahun 2010, berkibarnya bendera Syiah Hizbullah pembantai kaum muslimin.

Hari Al-Quds Sedunia, di Semarang tahun 2010, berkibarnya bendera Syiah Hizbullah pembantai kaum muslimin.

Pidato Imam Khomeini diatas memang sekilas menggugah jiwa dan membangkitkan semangat perlawanan terhadap Palestina. Seruan itu juga menimbulkan kesan yang mendalam bagi seluruh kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, bahwasanya Iran bersama orang-orang syiah adalah suatu kaum yang sangat besar rasa solidaritasnya terhadap perjuangan rakyat Palestina dan paling keras perlawanannya terhadap bangsa Zionis Israel.

Namun, apakah pidato tersebut benar-benar seruan nyata atau hanya ‘lip service’ sekedar slogan pemanis bibir? Untuk menilai pernyataan Imam Khomeini ini kita harus melihat fakta sejarah. Benarkah Iran dan Syiah memerangi bangsa Israel? Benarkah orang-orang Syiah mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menyelamatkan mereka dari penajajahan zionis?

Baru-baru ini, (akhir Juli 2013) di Indonesia telah terbit sebuah buku menarik setebal 426 halaman yang membahas hubungan mesra antara zionis yahudi dengan orang-orang Syiah. Buku yang berjudul “Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam” ini ditulis oleh jurnalis muslim yang penuh dedikasi, Muhammad Pizaro NT. Di dalam pengantar buku tersebut ada fakta menarik yang menjelaskan bahwasanya pada 2 Juni 1985, Organisasi Amal (cikal bakal Gerakan Hizbullah) di Lebanon membantai warga pengungsi Palestina yang menyebabkan kematian 3.000 orang lebih di Shabra. 3 tahun sebelumnya, di sebuah tempat bernama Shatilla seperuh dari jumlah tersebut juga dibantai secara keji. Tragedi ini dikenal dengan Pembantaian Shabra-Shatilla.

Selain sekedar pemanis belaka, seruan hari Al-Quds Internasional ini juga merupakan bid’ah yang diciptakan oleh Imam Khomeini dalam ajaran syi’ah, selain doktrin wilayatul faqih yang juga ia cetuskan. Di dalam ajaran syiah terdapat hari-hari istimewa yang di dalamnya harus diperingati secara khusus, ada ritual tertentu yang harus dilakukan, ada doa tertentu yang harus dirapalkan, dan amalan-amalan khusus yang dilakukan oleh penganut syiah, seperti pada Hari Asyura, Hari Arba’in, Syahadah Imam-Imam Syiah, Wiladah Imam-Imam Syiah, dsb.

Peringatan hari Al-Quds International sejatinya merupakan politik pencitraan yang dilakukan oleh orang-orang Syiah untuk memberikan kesan di mata dunia internasional bahwa kaum syiah adalah kelompok yang anti zionis, sementara negara-negara Arab berdiam diri dari penderitaan kaum muslimin di Palestina. Sehingga, banyak orang-orang awam yang tertipu dengan slogan yang didengungkan oleh Syiah dan bersimpati terhadap mereka. [bj/annajah/si]

0 comments: