Breaking News
Loading...

Dikuti Irib, Menteri Luar Negeri Republik Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, Tehran tidak akan pernah membiarkan plot Barat berhasil menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hal itu disampaikan Salehi pada Ahad (16/12/2012) seperti dilaporkan Press TV.

Salehi menegaskan, Iran tidak akan membiarkan proyek Barat untuk menggulingkan paksa Assad, baik dengan campur tangan tidak langsung seperti mempersenjatai militan atau campur tangan langsung, berhasil.

Ia menambahkan, langkah kekuatan-kekuatan Barat dan negara-negara regional tertentu terhadap Suriah merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap peraturan manusia dan hukum-hukum Tuhan.

Sikap permusuhan seperti itu, masih kata Salehi, tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun dan perilaku tersebut harus segera dihentikan seperti apa yang telah diusulkan dalam bentuk enam poin prakarsa untuk Suriah kepada Utusan Khusus PBB dan Liga Arab, Lakhdar Brahimi dan negara-negara regional termasuk Mesir dan Arab Saudi.

Lebih lanjut Menlu Iran menandaskan, tekanan terhadap Suriah untuk mengubah kebijakannya sehubungan dengan kolonialisme dan penjajahan bertentangan dengan hukum internasional.

Di bagian lain pernyatannnya Salehi mengatakan, upaya sedang dilakukan untuk menggulingkan sistem pemerintahan di Suriah tanpa mempedulikan suara bangsa negara ini, padahal hanya rakyat Suriah sendiri yang memiliki hak untuk memilih sistem politik dan pemimpin mereka.

Ditegaskannya, meski upaya asing untuk mengubah kekuasaan di Suriah ditingkatkan, Iran akan tetap melakukan segala upaya untuk mencegah hal itu  terjadi.

Suriah mengalami kerusuhan sejak Maret 2011. Banyak orang, termasuk sejumlah besar pasukan keamanan tewas dalam instabilitas selama ini.

Sebagaimana diketahui, melalui banyak medianya, Iran seringkali menyebutkan instabilitas dan kekacauan yang terjadi di Suriah akibat  peran pihak-pihak asing (Barat) dan sekutu mereka seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki. Namun jarang Negara itu menyebutkan peran elite pemerintahan dan militer yang telah dikuasai oleh kaum Alawiyah (Nushairiyah), sekte Syiah yang dianut oleh Basyar Assad, yang kini ditengarai telah membantai mayoritas rakyatnya sendiri atas dukungan Iran.*[hdy].

0 comments: