Breaking News
Loading...

Jakarta—- Sekjen Rabithah Al-Alam Al-Islami (Liga Muslim  Dunia)  Abdullah bin Abdul Mohsin Al-Turki mendukung Indonesia sebagai mitra untuk menyelenggarakan Konferensi Media Islam di Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekjen Liga Muslim Dunia kepada pers seusai  pembukaan The 3rd International Islamic Conference on Media,  Jakarta, Selasa (03/12). Konferensi yang mengambil tema “Media and Social Responsibility” itu diselenggarakan mulai 3 – 5 Desember 2013 dengan menghadirkan  sejumlah narasumber dari berbagai negara Islam. Demikian Pinmas kemenag.go.id memberitakan.

Sementara itu Koran sindo.com memberitakan, Konferensi internasional ini akan diikuti pelaku media dari 57 negara peserta OKI. Selain itu, berbagai narasumber yang kompeten di bidang media turut mengisi berbagai panel dalam konferensi tersebut seperti wartawan senior Parni Hadi, pemilik percetakan Mizan Haidar Bagir, CEO Cordoba TV Spanyol Hussein Mansour, guru besar media asal mesir Amany Bassyuni, dan deretan praktisi serta pakar media lainnya. (koran-sindo.com).
Radio sabili memberitakan, Sejumlah sub tema akan dibahas dalam konferensi, antara lain “The World Media and Value-Based and Ethical Dimensions”. Kemudian, “Towards Islamic Vision of Relationship between Media and Society”, “Media in Muslim Society: Prospect and Challenges”, dan “Media in the Muslim World” (examples and application).

The 3rd International Islamic Conference on Media terselenggara atas kerjasama Kementerian Agama dengan  Rabithah Alam Islami. Konferensi ini merupakan yang  ketiga. Pertama di Jakarta pada 1981 dan kedua pada 2011 di Jakarta.

Event ini dilatarbelakangi adanya peristiwa baru yang fenomenal di dunia Islam, terutama beberapa negara dengan mayoritas penduduk muslim  di Timur Tengah, sejak 2011. Di Tunisia misalnya, Presiden Zainal Abidin Ben Ali dipaksa turun dari jabatannya setelah menjabat lebih dari 20 tahun.

Konferensi dibuka Menteri Agama Suryadharma Ali. Sebelumnya Menag meminta maaf  kepada para undangan karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak dapat  hadir dan pembukaan acara tersebut diwakilkan dirinya, menurut berita kemenag.go.id.

Haidar Bagir jadi salah satu narasumber

Dalam berita itu disebutkan, berbagai narasumber yang kompeten di bidang media turut mengisi berbagai panel dalam konferensi tersebut. Satu diantara para narasumber itu adalah seorang pemilik percetakan Mizan sekaligus dedengkot syi’ah bernama Haidar Bagir. Dia adalah pentolan syiah yang menyebarkan faham tahrif Quran (perubahan Qur’an), dan menerbitkan buku-buku syiah Rafidhah.

Siapakah sebenarnya Haidar Bagir itu? Berikut akan kami ulas sekelumit tentang data dan fakta dari orang tersebut.

Profil Haidar Bagir

haidar-bagir

-          Direktur Utama Mizan, di antara buku Syiah terbitan mizan : Dialog Sunnah Syiah oleh Safrudin Al-Musawi

-          Ketua Yayasan Madina Ilmu yang mengelola Sekolah Tinggi Madina Ilmu yang berlokasi di Depok. (madina ilmu adalah sekolah tinggi syiah)

-          Direktur utama GUIDE (Gudwah Islamic Digital Edutainment) Jakarta

-          Ketua Pusat Kajian Tasawuf Positif IIMaN,

-          Ketua Badan Pendiri YASMIN (Yayasan Imdad Mustadh’afin),

-          Staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Madina Ilmu (1998),

-          Staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Indonesia (1996),

-          Staf pengajar Jurusan Filsafat Universitas Paramadina Mulya, Jakarta (1997).

-          Mendirikan Yayasan Lazuardi Hayati yang menyelenggarakan pendidikan dari pra taman kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama Islam di Jakarta

-          Bersama Dr Jalaluddin Rakhmat, dia juga mendirikan Yayasan Muthahhari, yang mengelola SMA (Plus) Muthahhari di Bandung dan Jakarta. Selain pengurus yayasan, dia juga aktif mengajar di SMA ini.

-          Pembantu ketua sekolah tinggi Syiah “Shadra” yang beralamat di Alamat Kampus : Jl. Pejaten Raya No. 19, Pasar MInggu, Jakarta Selatan

Fakta Tentang Ke-syi’ahan Haidar Bagir

(Artikel di republika)

Pada hari Kamis, 19 Januari 2012, Jurnal Islamia-Republika, (hal. 23-26) – Jurnal Pemikiran Islam bulanan hasil kerjasama antara INSISTS dan Harian Republika — menurunkan kajian utama tentang Syiah di Indonesia. Artikel yang dimuat di Jurnal tersebut berjudul “Solusi Damai Muslim Sunni-Syiah”.

Esoknya, Jumat, 20 Januari 2012, Kajian Islamia-Republika itu mendapatkan tanggapan dari Haidar Bagir, Dirut Penerbit Mizan – yang dikenal sebagai salah satu penerbit buku Syiah di Indonesia. Artikel Haidar di Harian Republika itu diberi judul “Syiah dan Kerukunan Umat.” Dalam artikelnya, Haidar Bagir menulis, bahwa dia setuju dengan solusi damai yang saya tawarkan: “Jika kaum Syiah mengakui Sunni sebagai mazhab dalam Islam, seyogyanya mereka menghormati Indonesia sebagai negeri Muslim Sunni. Biarlah Indonesia menjadi Sunni. Hasrat untuk men-Syiahkan Indonesia bisa berdampak buruk bagi masa depan negeri Muslim ini…. Itulah jalan damai untuk Muslim Sunni dan kelompok Syiah.”

Menurut Haidar Bagir, dia pernah bertemu secara pribadi dengan Syaikh Ali Taskhiri, seorang ulama terkemuka di Iran, salah satu pembantu terdekat Wali Faqih Ayatullah Ali Khamenei, serta wakil Dar al-Taqrib bayn al-Madzahib (Perkumpulan Pendekatan antar-Mazhab), yang dengan tegas menyatakan: “hendaknya kaum Syiah di Indonesia meninggalkan sama sekali pikiran untuk mensyiahkan kaum muslim di Indonesia.”

Haidar Bagir juga menyampaikan imbauan di ujung artikelnya: “Khusus untuk orang-orang yang pandangannya didengar oleh para pengikut Syiah di negeri ini, hendaknya mereka meyakinkan para pengikutnya untuk dapat membawa diri dengan sebaik-baiknya serta mengutamakan persaudaraan dan toleransi terhadap saudara-saudaranya yang merupakan mayoritas di negeri ini.”

Dalam soal sikap terhadap para sahabat Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) — yang menjadi langganan caci-maki kaum Syiah, Hadiar Bagir juga menulis:

“Sementara itu, banyak ulama Syiah Imamiyah atau Itsna ’Asyariyah yang telah merevisi pandangannya tentang ini. Hasil konferensi Majma’ Ahl al-Bayt di London pada 1995, mi sal nya, dengan tegas menyatakan menerima keabsahan kekhalifah an tiga khalifah terdahulu sebelum Khalifah Ali.

Bahkan, terkait dengan skandal pengutukan sahabat besar dan sebagian istri Nabi yang dilakukan oleh oknum Syiah yang tinggal di Inggris, bernama Yasir al-Habib, Ayatullah Sayid Ali Khamenei sendiri mengeluarkan fatwa yang dengan tegas melarang penghinaan terhadap orang-orang yang dihormati oleh para pemeluk Ahlus Sunnah (fatwa ini tersebar dan dapat dengan mudah diakses dari berbagai sumber). Di antara isinya adalah,

“Diharamkan menghina figur-figur/tokoh-tokoh (yang diagungkan) saudara-saudara seagama kita, Ahlus-Sunnah, termasuk tuduhan terhadap istri Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم)dengan hal-hal yang mencederai kehormatan mereka …”

Buku-buku Syiah terbitan Mizan :

1. 40 Hadis [1], Imam Khomeini
2. 40 Hadis [2], Imam Khomeini
3. 40 Hadis [3], Imam Khomeini
4. 40 Hadis [4], Imam Khomeini
5. Akhlak Suci Nabi yang Ummi, Murtadha Muthahhari
6. Allah dalam Kehidupan Manusia, Murtadha Muthahhari
7. Bimbingan Islam Untuk Kehidupan Suami-Istri, Ibrahim Amini
8. Berhaji Mengikuti Jalur Para Nabi, O.Hasem
9. Dialog Sunnah Syi’ah, A Syafruddin al-Musawi
10. Eksistensi Palestina di Mata Teheran dan Washington, M Riza Sihbudi
11. Falsafah Pergerakan Islam, Murtadha Muthahhari
12. Falsafatuna, Muhammad Baqir Ash-Shadr
13. Filsafat Sains Menurut Al-Quran, Mahdi Gulsyani
14. Gerakan Islam, A Ezzati
15. Hijab Gaya Hidup Wanita Muslim, Murtadha Muthahhari
16. Hikmah Islam, Sayyid M.H. Thabathaba’i
17. Ideologi Kaum Intelektual, Ali Syari’ati
18. Ilmu Hudhuri, Mehdi Ha’iri Yazdi
19. Islam Aktual, Jalaluddin Rakhmat
20. Islam Alternatif, Jalaluddin Rakhmat
21. Islam dan Logika Kekuatan, Husain Fadhlullah
22. Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi, Ali Syari’ati
23. Islam Dan Tantangan Zaman, Murtadha Muthahhari
24. Islam, Dunia Arab, Iran, Barat Dan Timur tengah, M Riza Sihbudi
25. Isu-isu Penting Ikhtilaf Sunnah-Syi’ah, A Syafruddin Al Musawi
26. Jilbab Menurut Al Qur’an & As Sunnah, Husain Shahab
27. Kasyful Mahjub, Al-Hujwiri
28. Keadilan Ilahi, Murtadha Muthahhari
29. Kepemimpinan dalam Islam, AA Sachedina
30. Kritik Islam Atas Marxisme dan Sesat Pikir Lainnya, Ali Syari’ati
31. Lentera Ilahi Imam Ja’far Ash Shadiq
32. Manusia dan Agama, Murtadha Muthahhari
33. Masyarakat dan sejarah, Murtadha Muthahhari
34. Mata Air Kecemerlangan, Hamid Algar
35. Membangun Dialog Antar Peradaban, Muhammad Khatami
36. Membangun Masa Depan Ummat, Ali Syari’ati
37. Mengungkap Rahasia Al-Qur’an, SMH Thabathaba’i
38. Menjangkau Masa Depan Islam, Murtadha Muthahhari
39. Menjawab Soal-soal Islam Kontemporer, Jalaluddin Rakhmat
40. Menyegarkan Islam, Chibli Mallat (*0
41. Menjelajah Dunia Modern, Seyyed Hossein Nasr
42. Misteri Kehidupan Fatimah Az-Zahra, Hasyimi Rafsanjani
43. Muhammad Kekasih Allah, Seyyed Hossein Nasr
44. Muthahhari: Sang Mujahid Sang Mujtahid, Haidar Bagir
45. Mutiara Nahjul Balaghah, Muhammad Al Baqir
46. Pandangan Dunia Tauhid,. Murtadha Muthahhari
47. Para Perintis Zaman Baru Islam,Ali Rahmena
48. Penghimpun Kebahagian, M Mahdi Bin Ad al-Naraqi
49. PersinggahanPara Malaikat, Ahmad Hadi
50. Rahasia Basmalah Hamdalah, Imam Khomeini
51. Renungan-renungan Sufistik, Jalaluddin Rakhmat
52. Rubaiyat Ummar Khayyam, Peter Avery
53. Ruh, Materi dan Kehidupan, Murtadha Muthahhari
54. Spritualitas dan Seni Islam, Seyyed Hossein Nasr
55. Syi’ah dan Politik di Indonesia, A. Rahman Zainuddin (editor)
56. Sirah Muhammad, M. Hashem
57. Tauhid Dan Syirik, Ja’far Subhani
58. Tema-Tema Penting Filsafat, Murtadha Muthahhari
59. Ulama Sufi & Pemimpin Ummat, Muhammad al-Baqir

0 comments: