Breaking News
Loading...

Masjid Agung Al Azhar Jakarta Selatan alkhirnya mengklarifikasi mengenai pembatalan acara Tabligh Akbar #IndonesiaDamaiTanpaSyiah. Menurut Nasrul Hamzah, pihak pengurus Masjid Agung Al Azhar, pembatalan tersebut bukan karena tekanan dari kelompok Syiah. Nasrul menjelaskan, Al Azhar tetap memiliki sikap yang tegas menyangkut kesesatan Syiah. Hanya pendekatannya pada masalah Syiah tidak dengan tabligh akbar.

“Kita khawatir suasana jadi ramai dan reaksioner, seakan Syiah sudah ada di mana-mana. Padahal untuk membentengi akidah umat dari Syiah, Al Azhar punya cara sendiri,” jelas Nasrul kepada hidayatullah.com seusai shalat Jum’at, (21/09/2012).

Meski begitu, Nasrul menjelaskan secara prinsip Al Azhar tetap mendukung gerakan #IndonesiaDamaiTanpaSyiah. Hanya ia menasehati para penggeraknya untuk lebih fokus kepada pendekatan akademis dan intelektual. Yakni dengan cara memperbanyak kajian ilmiah dalam membina umat dalam memahami kesesatan Syiah. Tidak pula meledak-ledak dan selalu elegan membantah argumentasi-argumentasi Syiah.

“Mereka ingin kita marah, semakin kita marah mereka semakin senang. Karena itu kita harus tetap menampilkannya dengan tenang,” jelas Nasrul lagi.

Sebelum ini, menjelang diadakan Tabligh Akbar #IndonesiaDamaiTanpaSyiah oleh Forum Pemuda Islam Se-Jakarta (FORPIJA), tiba-tiba  pihak Masjid Agung Al Azhar membatalkan perizinan.

Akibatnya, kalangan generasi muda yang menjadi penggagas acara ini kecewa atas sikap pengelola Al-Azhar tersebut.

“Sejujurnya kami sebagai generasi muda Islam sangat kecewa dengan sikap Masjid Agung Al Azhar, mengingat sosok Buya Hamka adalah ulama yang tegas masalah Syiah,” jelas Septiansyah Bahar, salah satu penggerak FORPIJA kepada hidayatullah.com, Rabu (12/09/2012).

Atas pembatalan ini, acara akhirnya dipindahkan ke Masjid Al-Furqon, Gedung Dakwah milik Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) di Jalan Kramat Raya, Jakarta.*[hdy]

0 comments: